Menghayati Setiap Ibadah

10715765_10204774766640062_1717261630_n

Waktu saya melakukan ibadah haji, kami keluar dari Padang Arafah setelah adzan magrib menuju Muzdalifah dengan berjalan kaki. Ikut dengan jutaan jama’ah. Sulit untuk diungkapkan bagaimana perasaan haru waktu itu.

Sebelum sampai di Muzdalifah kami beristirahat bersama rombongan untuk makan. Setelah itu kami lanjutkan dengan mentadabburi ayat-ayat tentang haji. Ketika sampai pada surat al Baqarah 198-199:

“….Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

….kita jadi terisak, hati dipenuhi haru yang menjalar ke seluruh pori-pori dan setiap persendian tubuh. Seolah-olah ayat itu turun pada waktu itu, dan ditujukan langsung kepada kita. Karena ayatnya membicarakan apa yang lagi kita laksanakan dan alami. Indah dan nikmat yang luar biasa. Suatu kenangan yang tidak akan pernah terlupakan untuk selama-lamanya.

Alangkah indah dan nikmatnya bila setiap ibadah yang kita lakukan dihayati seperti itu. Ketika akan melakukan shalat, langsung ingat panggilan Allah untuk menegakkan shalat. Ketika ada janji, kita hadirkan himbauan Allah melalui ayat yang berulang-ulang untuk selalu menepati janji. Ketika akan terjatuh untuk bergunjing, langsung hadir ayat Allah yang melarang melakukan itu. Sehingga kita betul-betul selalu dalam kontrol dan hubungan langsung dengan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.

Barangkali itulah yang dimaksud dengan kondisi khusyu’, di mana orang yang mampu untuk selalu dalam kondisi seperti itu akan ditempatkan Allah dalam surga Firdaus.

Ya Allah, karuniakan kami ke khusyu’an dalam beribadah kepada-Mu.

Selamat hari raya Idul Adha. Taqabbalallahu minna wa minkum. Wa kullu ‘amin wa antum bi khair.

Advertisements
This entry was posted in Pengalaman. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menghayati Setiap Ibadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s