Jangan Bicara

Jangan cerita tentang hartamu di depan orang miskin.

Jangan bicara tentang kesehatanmu di depan orang sakit.

Jangan bicara tentang kekuatanmu di depan orang lemah.

Jangan bicara tentang kebahagiaanmu di depan orang susah.

Jangan bicara tentang kebebasanmu di depan orang terpenjara.

Jangan bicara tentang anakmu di depan orang yang tidak bisa punya anak.

Dan jangan bicara tentang kedua orang tuamu di depan anak yatim.

Ketika kamu menari di atas luka orang lain, penderitaannya akan semakin bertambah dan bertambah. Masa bodohmu bisa membunuh mereka!

Karena mereka tidak mampu lagi menanggung derita tambahan.

Di antara kewajiban setiap orang adalah menimbang setiap kalimat yang ia lontarkan dalam segala lini kehidupan.

Seharusnya menjaga perasaan orang lain merupakan bagian dari kepribadiannya.

Sepantasnya kita selalu ingat; kalau kita tidak memelihara perasaan orang akan datang suatu hari di mana kita tidak menemukan orang di samping kita yang akan menghibur kesedihan kita.

Jangan menari di atas luka orang lain.

Supaya tidak datang suatu hari nanti orang juga menari di atas lukamu!

Yang tidak kalah pentingnya, jangan menyampaikan rasa simpatik atas musibah yang menimpa orang, tapi malah yang dilakukan menambah sakitnya luka yang ditanggungkan. Lebih baik diam, atau pertimbangkan dan tata dulu kalimat yang keluar.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Jangan Bicara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s