Penuh Jama’ah

Seorang bapak tinggal dekat sebuah mesjid. Suatu hari ia berkeinginan mengundang makan malam seluruh jama’ah mesjid, sekalian memberikan suatu hadiah penghargaan bukti mereka hidup bertetangga.

Setelah imam mengucapkan salam waktu shalat isya, bapak itu duluan pulang untuk mempersiap segala sesuatunya. Sebelum beranjak ia berpesan kepada anaknya supaya mengumpulkan seluruh jama’ah di depan rumah, kemudian diajak datang ke rumah. Jangan sampai ada seorangpun yang tidak ikut.

Anaknya berdiri di depan mesjid. Setiap orang yang keluar dari mesjid ia cegat, lalu ia ajukan sebuah pertanyaan. Kalau orang itu dapat menjawab ia suruh bertahan, dan yang tidak bisa menjawab ia persilahkan untuk pergi.

Bapak itu keluar dari rumah untuk menyambut tamu-tamunya. Dia menjadi heran karena ia dapati hanya sedikit sekali orang yang datang bersama anaknya dari sebanyak itu jama’ah mesjid yang barusan ikut shalat isya.

Bapak itu bertanya kepada anaknya: “Kemana jama’ah mesjid yang lain? Tadi kan mesjid hampir penuh dengan orang shalat?

Anaknya menjawab dengan enteng: Hanya segini yang tadi ikut shalat isya’.

Bapak: Mana mungkin, tadi mesjid kan penuh dengan jama’ah.

Anak: Aku sudah bertanya kepada setiap orang yang keluar dari mesjid; pada rakaat pertama tadi imam membaca surat apa? Hanya mereka ini yang bisa jawab.

Ya Allah, karuniakanlah kami ke khusyukan dalam shalat.

Advertisements
This entry was posted in Shalat Berjama'ah. Bookmark the permalink.

One Response to Penuh Jama’ah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s