Penjelasan Kedua

Mungkin teman-teman bertanya, kenapa saya suka membuat status cerita dan permisalan? Bahkan kadang-kadang cerita dan permisalannya tidak masuk akal dan bukan kejadian sesungguhnya. Alias dibuat-buat.

Ada beberapa sebab:

1. Rata-rata manusia suka dengan cerita, kisah dan sejarah. Barangkali tidak ada orang yang tidak suka dengan kisah.

Itu makanya di antara hikmah, kenapa al Qur’an lebih separohnya berisi kisah-kisah umat terdahulu. Karena kisah itu membuat orang penasaran membacanya dan menjadikan otak bagaikan bertamasya ke sana ke mari.

2. Dengan menyampaikan kisah dan permisalan, para pembaca tidak merasa digurui, diceramahi, apalagi dibentak dan dimarahi. Setiap orang bebas mengambil pelajaran apa yang bisa ia ambil dari kisah itu. Bahkan mungkin dia hanya mencari hiburan untuk menyegarkan otak dan perasaan yang lagi capek dalam aktifitas keseharian.

3. Orang membaca FB ini kebanyakan dalam niat santai atau rehat. Susah rasanya mereka akan menerima bacaan-bacaan berat yang banyak aturan. Seperti harus ada pandahuluan, latar belakang, pokok permasalahan, bab 1, bab 2, sub judul, penutup, dan lain sebagainya.

4. Yang buat status di FB ini bukan saya sendiri, ada mungkin ribuan ustadz yang juga menulis di FB, blog, twitter, dan situs-situs internet.

Masing-masing penulis punya karakter dan gaya sendiri-sendiri. Pembaca juga punya selera masing-masing. Setiap kita bisa memberikan konstribusi sesuai kemampuan yang bisa. Tidak semua masalah bisa kita selesaikan. Maka kita perlu pembagian job dan tugas.

Jadi setiap orang bisa mengambil sesuai selera dan keinginannya. Kalau yang hobi cerita silahkan di sini, kalau yang suka kajian mendalam, ilmiah dan mendetail juga silahkan dengan penulis lain lagi.

Saya akan tampil dengan gaya yang cocok dengan diri saya sendiri, dan saya sukai. Saya tidak akan memaksakan diri jadi orang lain. Juga saya tidak paksa orang untuk suka dengan status-status saya. Kita jalani apa adanya saja.

Jazakumullahu khairan, terima kasih buat seluruh teman FB. Semoga tulisan-tulisan sederhana ini ada manfaatnya dan ada yang mendapatkan inspirasi baik untuk kehidupannya. Mudah-mudahan suatu saat nanti bila Allah memberi umur panjang kita bisa bertemu, bersilaturrahim, berkumpul berbagi cerita di alam nyata.

Advertisements
This entry was posted in Pengalaman. Bookmark the permalink.

One Response to Penjelasan Kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s