Penjelasan Pertama

Teman-teman FB yang mulia:

Sudah banyak permintaan, baik di kolom komentar atau inbox untuk mengeluarkan akun yang bernama Ibnumuslim Munaf. Barangkali kawan-kawan merasa kurang nyaman dengan kehadirannya. Tapi saya punya pertimbangan lain, hingga sampai sekarang tidak memblokirnya dengan beberapa pertimbangan. Semoga kawan-kawan bisa menerima pertimbangan ini:

1. Sebenarnya dia tidaklah berteman dengan FB saya. Cuma karena jumlah pertemanan FB ini sudah melampaui kapasitas, saya terpaksa menjadikannya FB terbuka. Hingga siapapun bisa melihat dan memberikan komentar.

2. Sebenarnya bisa saja untuk diblokir supaya tidak bisa mengikuti FB saya, tapi ada pertimbangan lain.

Kita selama ini kan berusaha untuk mengambil pelajaran dan sisi positif dari apapun. Hal itu tergambar dari status-status saya selama ini. Teman-teman bisa membaca dan menyimpulkannya.

Oleh karena itu, sebenarnya saya banyak sekali mendapatkan pelajaran dari akun yang bernama Ibnumuslim Munaf dan sejenisnya. Bukan dari sisi positifnya, tapi dari sisi negatifnya yang perlu kita jauhi dan waspadai.

Dari Ibnumuslim Munaf saya dapat pelajaran:

– Kok ada orang seperti itu? Apa yang salah dari pembentukan karakter dan jiwanya?

– Saya jadi punya gambaran bahwa ada orang semacam itu yang akan saya hadapi dalam berdakwah ketika pulang ke tanah air nanti. Hingga saya siap mental dan mempersiapkan diri bagaimana cara menghadapinya.

– Komentarnya itu bisa juga membangkitkan dalam pikiran apa yang seharusnya dipelajari lagi, diperhatikan lagi, diperbaiki lagi, dan lagi-lagi lainnya.

– Di dunia ini rupanya ada orang yang kelihatan sama dia hanya sisi negatif. Apapun yang dia saksikan selalu yang muncul tanggapan negatif. Sulit sekali untuk memberikan apresiasi atas suatu kelebihan dan kebaikan. Kalau ada celah untuk menjelekkan dia akan komentar, tapi kalau ada sisi positif dia akan diam saja. Tidak ada yang bisa kita ambil dari orang seperti ini selain mengambil pelajaran untuk menjauhi potensi negatifnya. Yang dalam status lama saya diistilahkan dengan “Si Mata Lalat”.

3. Alasan selanjutnya, kita merasa bising dengan suara-suara binatang seperti siamang, orang hutan, monyet dan lainnya. Bahkan kita merasa ngeri kalau mendengar auman singa dan harimau.

Tapi meskipun demikian, kadang-kadang kita sengaja mengunjungi kebun binatang untuk menikmati itu semua.

Maka kita patut bersyukur bila sesekali monyet lewat untuk akrobat memperlihatkan aktingnya di depan rumah kita. Malah kita perlu melemparkan recehan sebagai tanda terima kasih sudah menghibur kita. Tapi jangan uang 100 ribu yang diberikan, nanti kita yang rugi

4. Hidup ini akan terasa indah bila apa yang ada ini bervariasi. Tergantung berapa kadar variasinya dan bagaimana cara kita menyikapinya.

Apabila ukuran santan, garam, cabe, kunyit, jahe, lengkuas, dan bumbu-bumbu lain tepat pada kadar masing-masing, maka rasa daging yang dia bumbui akan sedap menjadi rendang Padang yang nikmat.

Maaf karena saya orang Minang, maka contohnya ya rendang, hehehe…..

Semoga kawan bisa memahami analogi saya ini. Artinya, selama Ibnumuslim Munaf hanya menjadi bumbu pelengkap kita biarkan, tapi kalau dia sudah ingin menjadi menu utama akan kita singkirkan.

5. Selama dia masih bisa melihat FB ini mudah-mudahan ada juga manfaat yang bisa ia ambil, yang suatu saat nanti bisa merubah dan memperbaiki sikapnya. Kita do’akan dia supaya selalu sehat wal afiat, mudah dalam mengarungi kehidupan, dan diberi Allah hidayah kepada jalan yang benar.

Boleh jadi dalam kehidupan dia mempunyai kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, atau dia ada masalah dalam keluarga, hingga muncul sikap-sikap sangar yang membuat kita semua terkaget-kaget.

6. Bukti Ibnumuslim Munaf ini punya manfaat; dia mendapatkan kesempatan untuk kita ceritakan dalam sebuah status panjang. Banyak teman-teman yang sudah lama mengikuti FB saya tapi belum pernah saya jadikan status.

Tapi semoga tidak ada yang minta dibikinkan jadi status khusus kayak gini. Karena, sekalipun Abu Lahab disebutkan di dalam al Qur’an dan namanya dibaca ketika shalat, dia tidak patut bangga, bahkan tidak bisa berbangga dengan itu.

Terakhir: Orang yang beruntung adalah orang yang dapat mengambil pelajaran dari segala sesuatu, dan orang yang malang adalah orang yang dijadikan sebagai pelajaran (negatif) oleh orang lain.

Ala kulli hal, terima kasih kepada sahabat kita Ibnumuslim Munaf. Anda sudah membuat hidup kami semakin berarti, bervariasi dan bahagia. Semoga anda baik-baik saja di manapun anda berada.

Advertisements
This entry was posted in Pengalaman. Bookmark the permalink.

One Response to Penjelasan Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s