Segera Bayar Hutang

Malik bin Dinar mempunyai seorang teman yang sudah duluan meninggal dunia. Pada suatu malam ia melihat temannya itu dalam mimpi, lalu ia bertanya kepadanya:

Apa yang dilakukan Tuhanmu kepadamu?

Temannya menjawab: Wahai Malik, aku dalam keadaan tertahan di depan pintu surga, sampai sekarang belum juga bisa masuk.

Malik bertanya penuh keheranan: Kenapa? Engkau kan orang yang banyak shalat, puasa, haji dan sedekah? Kenapa engkau tertahan di depan pintu surga?

Temannya itu menjawab: Karena aku dulu waktu masih hidup meminjam sebuah jarum dari seorang tetanggaku. Dan aku meninggal sebelum sempat mengembalikannya. Aku juga tidak sempat berwasiat kepada keluargaku untuk mengembalikannya. Jarum itu sekarang ada di rumahku, di tempat anu (lalu ia menyebutkan dengan detail tempat penyimpanan jarum itu).

Malik bin Dinar terbangun dari tidurnya dalam ke adaan kaget. Temannya tertahan di pintu surga hanya gara-gara satu buah jarum.

Segera saja ia bangkit dan pergi ke rumah keluarga temannya yang sudah meninggal itu. Dia menceritakan perihal jarum tersebut dan ia mendapatkannya sebagaimana dikatakan temannya tadi. Setelah itu ia langsung menyerahkannya kepada pemiliknya.

Malam berikutnya, ia melihat kembali temannya dalam mimpi. Kali ini ia lagi bersenang-senang di dalam surga. Dia berkata kepada Malik: Wahai Malik, semoga Allah membebaskanmu dari segala kesulitan sebagaimana kamu telah membebaskan kesusahanku.

Cerita ini belum tentu shahih. Di samping itu dalil agama ini tidak bisa di ambil dari mimpi seseorang. Apalagi urusan akhirat.

Namun, kisah ini bisa kita jadikan i’tibar penambah kehati-hatian kita dalam hidup. Terutama dalam masalah hutang piutang yang sering disepelekan orang.

Sekalipun hanya mimpi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, kisah ini sejalan dengan apa yang diinformasikan banyak ayat-ayat al Qur’an tentang beratnya hisab di akhirat nanti.

Dialah Allah yang telah berfirman di dalam kitab-Nya:

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”. ( Al Qamar: 53-54)

يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“”Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun”. (Al Kahfi: 49)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasan nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasan nya pula”. (Al Zalzalah: 7-8)

Untuk itu ada baiknya kita segera mengaudit segala bentuk pinjaman dan hutang kepada siapapun untuk segera dibayarkan atau dimohon kerelaannya.

Maafkan segala kesalahan orang lain, dan hutang-hutang yang ringan. Semoga orang lain juga berbuat demikian kepada kita.

Advertisements
This entry was posted in Kisah Hikmah. Bookmark the permalink.

One Response to Segera Bayar Hutang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s