Kapan Hati Menjadi Mati?

Kapankah hati itu menjadi mati?
.
.
.
.
Hati mati ketika terlalu banyak ditimpa masalah dan kemurungan tanpa dicarikan solusi atau jalan keluarnya.

Hati mati ketika kehilangan kepercayaan kepada orang-orang sekitar.

Hati mati ketika lupa kepada Allah.

Hati mati ketika putus asa dari rahmat Allah.

Hati mati ketika merasa orang lain benci kepadamu.

Hati mati ketika memperolok-olokkan kemampuan dan pendapat orang lain.

Hati mati ketika kelalaian menjalankan ibadah sudah menjadi kebiasaan.

Hati mati ketika tidak mau sportif kepada diri sendiri mengakui kesalahan.

Hati mati ketika tidak menemukan lagi teman setia yang dapat dipercaya.

Hati mati ketika kamu meyakini bahwa tidak ada lagi posisi bagimu di dunia ini.

Hati mati ketika kamu tidak mau lagi untuk membaca dan mentadabburi al Qur’an.

Hati mati ketika kamu tidak mau mengadukan kepada Allah tentang kelemahan dirimu dan minimnya kemampuan, serta kerendahanmu di hadapan manusia.

Hati mati ketika kamu membalas kejahatan dengan kejahatan atau membalas kebaikan dengan kejahatan.

اللهم يا مقلب القلوب والأبصار ثبت قلوبنا على دينك

“Ya Allah, yang Maha Membolak Balikkan hati dan pandangan, kokohkanlah hati kami di atas agamamu”.

Advertisements
This entry was posted in Tazakiyatul Anfus. Bookmark the permalink.

One Response to Kapan Hati Menjadi Mati?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s