Pikiran Yang Matang?

Ukuran kematangan sebuah pemikiran bukanlah berdasarkan berapa lamanya pemikiran itu dipelajari dan direnungkan. Tapi ukuran kematangan itu adalah sejauh mana kebenaran yang dikandung dan diemban oleh pemikiran itu.

Betapa banyak pemikiran yang dilahirkan setelah melalui perenungan yang lama, tapi tidak memenuhi standar kebenaran. Atau dia menjadi pemikiran yang “kematangan”, di mana ia hanya enak jadi bahan diskusi pembicaraan, jauh dari praktek. Talk only no action. Hanya memenuhi lembaran buku yang tersimpan rapi di perpustakaan.

Kalau ingin menilai matang atau tidaknya suatu pemikiran harus dengan mempreteli satu persatu pemikiran itu. Sebutkan di mana letak kesalahan dan kekurangannya. Jangan sampai menilai ketidak matangan suatu pemikiran memakai pisau analisa yang tidak matang. Akhirnya jadilah ia ketidak matangan yang menilai sesuatu yang matang sebagai sesuatu yang tidak matang.

Melemparkan tuduhan tidak cukup sekedar tuduhan. Tapi harus ada bukti dengan mendatangkan ganti yang lebih baik dari pada yang dituduh. Kalau tidak, siapapun mampu melemparkan tuduhan.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Pikiran Yang Matang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s