Anak Salah Paham

Seorang ayah menyuruh anaknya untuk pergi berusaha mencari pekerjaan supaya ia bisa hidup dengan mandiri. Sang anak memenuhi anjuran ayahnya. Dia pergi beberapa saat, kemudian kembali lagi….

Ayahnya bertanya: Kenapa kamu kembali lagi?

Anak: Ayah, aku duduk di bawah sebuah pohon. Tiba-tiba aku melihat seekor gagak yang lagi terumuk sakit, hampir saja mati. Aku bertanya dalam hati: “Bagaimana burung ini mendapatkan makanan?”

Anak itu menambahkan ceritanya:

“Tiba-tiba datang seekor singa dengan buruan yang cukup besar. Singa itu memakan sebagian binatang buruannya. Setelah ia kenyang, ia pergi dengan meninggalkan sisa makanannya. Setelah itu burung gagak yang sudah sakit-sakitan tadi mendekati sisa bangkai itu dan memakannya.

Dari sana aku yakin bahwa rezki setiap orang sudah ditanggung Allah, oleh karena itu aku kembali lagi”.

Ketika itu berkatalah ayahnya:

“Apakah engkau tidak suka kalau engkaulah singa yang orang lain mencari makan dari sisanya, dari pada menjadi gagak yang mengharapkan belas kasihan orang?”

Yang dipandang bukan berapa banyaknya harta yang dimiliki, akan tetapi setinggi apa ambisi dan keinginan untuk mewujudkan sesuatu.
Betul, di sana ada kondisi yang membuat kita terpaksa menadahkam tangan kepada orang lain, akan tetapi pada akhirnya setiap orang bisa membuat suatu keajaiban kalau ia ingin dan mau melakukannya.

Advertisements
This entry was posted in Pendidikan Anak. Bookmark the permalink.

One Response to Anak Salah Paham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s