Sebelum Mengeritik

Sebelum mengeritik orang lain perlu sekali mengelus dada; apakah kritikan ini betul-betul ikhlas atau ada kedengkian dan kebencian yang terselip.

Sebelum mengeritik orang yang hidup mewah perlu dielus dulu dada, apakah memang karena Allah atau karena tidak mampu seperti dia.

Ikhlas itu terbukti dengan penyampaian yang santun, tidak ngotot, tidak mengumbar aib, tidak mengakui diri sendiri thawadhu’ dan ikhlas, serta tidak mencaci maki.

Sekalipun mulut berkata ikhlas, bahasa yang keluar tidak bisa dipungkiri. Keikhlasan ada rasa tersendiri yang dirasakan oleh jiwa yang sehat.

Rendah hati letaknya bukan di lidah, seperti dengan ungkapan, “siapalah saya ini”, “saya yang awam ini”, saya hanya orang bodoh yang tidak tahu apa-apa”, dan ungkapan semacamnya.
Kemuliaan tidak didapatkan dengan merendahkan dan meremehkan orang, sebagaimana tidak diperoleh dengan merendahkan diri dengan cara yang dibuat-buat.

Tampil saja apa adanya, perbaiki dari dalam (hati), bukan dari tampilan. Bila dalamnya baik tampilannya akan ikut baik.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Sebelum Mengeritik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s