Munafik Itu Menjijikkan

Hampir saja saya menjadi kagum kepada Abu Jahal ketika membandingkan antara sifat orang kafir dengan orang munafik.

Sekalipun dijuluki Fir’aun umat Nabi Muhammad, sikap penentangan dan kekafiran Abu Jahal ia perlihatkan dengan kesatria dan penuh kejantanan. Sehingga umat Islam bisa menghadapinya dengan jelas, mudah dan fokus. Tinggal mempertimbangkan seberapa kekuatan lawan. Tidak ragu-ragu, ambigu dan samar.

Tapi ketika membaca sikap Ibnu Ubay bin Salul dedengkot munafik, saya seperti mau muntah saking jijiknya. Mau ditegasi dia berjubah muslim, mau didiamkan racun yang ia sebarkan bukan saja merusak, tapi memporak porandakan dan mematikan. Jauh…..jauh lebih bahaya dari keganasan serangan Abu Jahal bersama kroconya.

Betul-betul menghadapinya harus dengan serba hati-hati. Semua energi menjadi terkuras, langkah untuk majupun menjadi terseok-seok. Sementara ketika dievaluasi penyebabnya susah untuk dideteksi. Ketika terdeteksi tidak bisa diatasi.

Orang kafir itu ibarat ular yang mau mematuk dari luar. Sedangkan munafik bagaikan kanker ganas yang menggerogoti dari dalam.

Semakin paham kenapa orang munafik itu akan dibenamkan Allah ke dalam kerak-kerak neraka.

Ya Allah, bersihkanlah umat ini dari para munafikin. Sungguh pembantaian oleh musuh lebih ringan bagi kami dari pada fitnahan orang-orang munafik.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Munafik Itu Menjijikkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s