Berfikir

Di salah satu channel televisi diadakan kuis berhadiah yang bisa dijawab oleh pemirsa secara langsung melalui telpon.

Bagi pemenang yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar akan diberi hadiah yang lumayan berharga:

Soalnya seperti ini:

Ada sebuah balon udara (zeppelin) yang membawa 4 orang ilmuan dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda; ilmuan fisika, ilmuan kimia, ilmuan biologi, dan ilmuan antariksa.

Tiba-tiba, tanpa ada peringatan sebelumnya balon udara bergetar dengan hebat. Dia menghadapi masalah besar. Keadaan itu mengharuskan mereka untuk melemparkan salah seorang ilmuan supaya bisa keluar dari bahaya dan mereka bisa selamat.

Pertanyaan: Siapakah di antara 4 ilmuan itu yang harus dilemparkan menurut anda, supaya mereka terbebas dari masalah?

Stasiun TV menerima panggilan yang banyak sekali dari pemirsa, berharap bisa memenangkan kuis kali ini. Setiap pertanyaan disertai dengan alasan ilmiah apa sebab pilihan jatuh kepada salah seorang dari empat ilmuan untuk dijatuhkan dari balon udara.

Sudah belasan penelpon yang mencoba menjawab dengan segala alasan ilmiah menurut mereka, tapi tidak ada satu orang pun yang menjawab dengan benar.

Anda sendiri kira-kira memilih yang mana untuk dilemparkan ke bawah supaya yang tiga orang lagi bisa selamat?

Pada akhirnya kuis itu dimenangkan oleh seorang anak kecil yang masih berumur 6 tahun.

Apa kira-kira jawabannya?
.
.
.
.
.
.
.

Dengan sangat lugu anak itu menjawab dengan suara yang masih kedengaran cadel:

“Yang paling berat di antara mereka berempat”.

======

Pelajaran:

Kadang-kadang kita mesti berfikir secara alami dan sederhana saja untuk menyelesaikan suatu masalah yang lagi kita hadapi, tanpa mesti berfikir jauh-jauh sampai merinci tetek bengek segala hal.

Sebagian orang hanya menghadapi masalah sederhana, tapi fikiran yang dikerahkan sebenarnya bisa menyelesaikan masalah satu negara.

Kalau bisa membunuh tikus pakai kayu kenapa harus memakai bom atom Hiroshima?

Linggis memang kuat, tapi ketika ketusuk duri anda cukup memakai jarum atau peniti.

Advertisements
This entry was posted in Rawai'. Bookmark the permalink.

One Response to Berfikir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s