Pilihan Gadis Shalehah

Seorang gadis yang sangat cantik….

Tahun-tahun sudah berlalu, akan tetapi ia belum juga menikah…

Hal itu bukan dikarenakan sedikitnya kesempatan untuk menikah…

Sudah banyak sekali pemuda yang mencoba melamarnya…

Akan tetapi hal itu disebabkan oleh dianya yang selalu menolak laki-laki yang datang melamar..

Setelah ayahnya memanggilnya untuk menghidangkan kopi…

dan di saat si peminang baru saja keluar dari rumah, ia langsung memberitahukan kepada ayahnya bahwa ia tidak setuju dengan laki-laki itu.

Orang tuanya betul-betul heran…apa maunya anak gadisnya itu…???

Namun karena sayangnya, ia tidak mau memaksakan kehendak hingga anaknya menjadi terpaksa. Juga tidak mengasarinya dengan kata-kata…

Sekalipun perasaannya betul-betul tergoncang karena hari demi hari ia selalu menolak calon mempelai yang datang…

Sementara umur terus bertambah dengan berlalunya hari demi hari.

Sampai pada suatu hari…

Datang seorang peminang baru..

Keadaannya tidak bisa dibandingkan dengan orang-orang sebelumnya. Baik dari segi harta, kegantengan dan ketampanan.

Akan tetapi setelah ia menyuguhkan kopi….

anak gadis itu memberitahukan kepada ayahnya bahwa ia suka dan redha menerima pemuda itu sebagai pendamping hidupnya.

Kali ini ayahnya tidak mampu menahan keterkejutannya. Lalu ia bertanya…..

Ananda, bisakah kamu memberi tahuku apa yang kamu dapatkan pada diri pemuda terakhir ini, yang tidak kamu temukan pada pemuda-pemuda sebelumnya? Sehingga kamu bersedia menerimanya menjadi suamimu?

Padahal pemuda-pemuda sebelumnya jauh lebih dalam segala hal. Lebih kaya, berpangkat, lebih terhormat dan lebih ganteng.

Gadis yang dikaruniai Allah kecantikan dan disertai dengan kepintaran serta cahaya hidayah itu menjawab:

Ayah…..

Ketika engkau memintaku untuk menghidangkan kopi supaya si peminang melihat ku, aku memberikannya tampa dibubuhi gula.

Di saat aku datang matanya langsung memplototi diriku dan terpesona dengan kecantikanku.

Tapi sayang, ketika ia meminum kopinya, ia langsung berubah muka, dan dia lupa dengan keberadaanku.

Terus, ketika ia mulai bicara, pembicaraannya selalu tentang harta, pangkat dan kedudukannya di depan manusia.

Adapun laki-laki terakhir ini yang tidak ayah ketahui nilainya, tapi aku yang mengetahuinya…

Dia minum kopi…sekalipun pahit ia tersenyum kepadaku..

Dari sana aku merasakan bahwa ia paham teka-teki dari hidangan kopiku.

Dia paham bahwa aku menginginkan orang yang cerdas mengetahui kepedihanku sebelum kebahagiaanku…. sedihku sebelum gembiraku.

Dia paham bahwa cinta dan kasih sayang antara dua orang akan membesar dan berkembang bersama pahitnya hidup sebelum manisnya.

Dan tidak akan pernah lenyap sekalipun dihadang oleh tantangan dan rintangan di tengah jalan.

Dia menerima dengan ikhlas kecantikan dan keelokanku sekaligus pahitnya kopiku.

Maka ia menerima untuk bersama-sama dalam manis dan pahit.

Dan hal inilah yang tidak pernah dipahami oleh laki-laki lain yang datang sebelum-sebelumnya.

Ayahnya lalu berkata:

بارك الله فيك و زادك علما و نورا

“Semoga Allah selalu memberkatimu dan menambahkan ilmu dan cahaya hidayah kepadamu”.

Advertisements
This entry was posted in Dialog Cerdas. Bookmark the permalink.

One Response to Pilihan Gadis Shalehah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s