Do’a Untuk Anak

Semangat menulis perlu kita pupuk. Karena dengan tulisan kita bisa menggandakan umur, sekaligus menggandakan amal.

Sekalipun Ibnu Jarir, Imam Al Ghazali, Imam Nawawi, Imam Suyuti dan ribuan ulama lainnya sudah ratusan tahun yang lalu meninggal, tapi dengan karya tulisnya seolah-olah mereka masih hidup di zaman kita sekarang.

Tidak bisa kita bayangkan, bagaimana banyaknya pahala mengalir yang diterima Imam Bukhari, Muslim, Imam Syafi’i dan yang lainnya setiap saat. Selagi ilmu warisan beliau dimanfaatkan manusia mereka akan terus mendapatkan pahala.

Namun perlu diingat, apakah ketika kita yang menulis, tulisan itu akan menjadi amal baik setelah kita tiada, yang akan memberatkan timbangan amal baik kita, atau malah akan memberatkan pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Banyak ulama dulu sudah menghasilkan karya-kerya besar, namun di akhir hayatnya mereka sendiri yang memusnahkannya dengan cara mencuci tulisannya, atau dibakar dan ada juga yang menguburkannya.

Itu semua mereka lakukan karena ragu dan khawatir kalau-kalau karya yang sudah mereka hasilkan justru akan meracuni dan merusak pemikiran orang sesudahnya. Alih-alih memperbaiki umat justru malah menghancurkan mereka.

Fikiran seperti ini seharusnya dimiliki oleh setiap orang yang diberi Allah kemampuan untuk menuangkan buah fikirannya dalam bentuk tulisan. Jangan sampai menuliskan sesuatu yang membuat orang lain menjadi ragu terhadap aqidahnya, menjauhkannya dari Allah dan akhirat, atau tulisan yang akan memecah belah umat, menebar permusuhan dan kebencian serta cerita cabul yang akan meluluh lantakkan fikiran dan akhlak manusia di zamannya dan generasi setelahnya.

Sebelum itu semua, niat perlu diluruskan. Apakah tujuan membubuhkan tulisan itu?

Ingat!!!

Allah tidak menerima kecuali sesuatu yang betul-betul ikhlas untuk memperoleh redha-Nya. Bukan karena ingin jadi orang terkenal dan ingin selalu dikenang.

Semoga Allah mengaruniakan keikhlasan kepada kita dalam setiap perkataan dan perbuatan.

Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Do’a Untuk Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s