Boboho

 

Sekitar 10 tahun yang lalu saya pernah nonton film kung fu Cina. Yang jadi lakonnya waktu itu dua orang anak kecil.

Yang satunya kurus, hebat kung fu dan yang satunya lagi gemuk, tidak bisa kung fu. Tapi ia mempunyai akal yang cerdas alias licik. Namanya Boboho.

Suatu kali dua orang anak ini nyasar ke sebuah gua. Di sana mereka bertemu dengan hantu pengemis. Hantu itu memakai pakaian compang-camping dan di tangannya ada sebuah mangkok kecil.

Di saat mereka bertemu, hantu itu langsung menyerang mereka berdua. Anak kecil yang jago kung fu segera melayaninya berkelahi. Seru sekali….!!!

Setelah ratusan jurus berlalu tidak ada tanda-tanda kalah dari salah satu pihak. Sampai pada suatu pukulan hantu pengemis berhasil menghantam anak kecil jago kung fu agak jauh.

Kesempatan itu digunakan oleh hantu pengemis untuk menyerang anak kecil satunya lagi (Boboho). Boboho menghadapinya dengan berpura-pura mengeluarkan jurus.

Pas ketika tangan hantu pengemis yang memegang mangkok terulur ke arahnya, dengan cekatan ia memasukkan beberapa uang receh.

Treng…….uang pun masuk.

Melihat itu, hantu pengemis segera pergi dengan bahagia. Karena apa yang ia inginkan sudah tercapai.

Anak kecil jago kung fu yang menyaksikan itu menjadi terpana. Sudah ratusan jurus dikeluarkan rupanya untuk mengusir hantu itu cukup dengan uang recehan.

Pelajaran:

Sebenarnya seni itu kan gambaran bagaimana watak manusia sesunggunya, yang ditampilkan melalui sastra.

Kadang-kadang untuk menyelesaikan suatu permasalahan, sebenarnya sangat mudah. Yang dibutuhkan hanya kecekatan, tepat sasaran, dan sesuai tujuan. Cepat tepat, tidak berbelit-belit.

Namun karena suka sensasi sebagian orang kelihatannya suka yang ribet dan mutar-mutar kian kemari. Bahkan hal seperti itu justru terjadi pada orang yang mempunyai ilmu luas.

Barangkali karena saking banyaknya teori yang ada di kepalanya, maka jalan yang singkat kelihatan mutar-mutar.

Di beberapa diskusi saya lihat ada orang yang memberikan penjelasan suatu permasalahan kian kemari. Argumennya naik turun gunung, bahkan sampai menyeberangi samudera dan padang pasir. Perdebatan pun menjadi pertengkaran yang sengit. Persis kayak anak kecil jago kung fu bertarung dengan hantu pengemis.

Pendapat ulama yang tidak pernah di dengar orang, ia sebutkan. Buku yang jarang disentuh orang, ia ungkapkan. Padahal permasalahan yang dia bicarakan sangat jelas dan gamlang ada dalam ayat al Qur’an atau hadits Rasulullah.

Allahumma faqqihna fiddin.

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Boboho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s