Akhir Hayat DR. Ar Rantisi

Hari terakhir kehidupan asy Syahid Abdul Aziz ar Rantisi
——————————–

DR. Abdul Aziz ar Rantisi sampai ke rumahnya pada pukul 03.00 sebelum subuh di hari Sabtu 17 April 2004 dalam suasana sangat rahasia.

Muhammad anak beliau mengisahkan:

“Beliau mengunjungi kami setelah seminggu penuh kami tidak melihatnya.

Waktu itu kami meminta kepadanya untuk tidak keluar rumah supaya tetap beberapa jam bersama kami.

Setelah kami meminta dengan memelas baru ia menyetujuinya.

Beliau biasanya datang di tengah malam kemudian meninggalkan rumah sebelum subuh. Beliau menghabiskan sisa malam dengan bercerita bersama keluarga yang merindukannya. Yang tidak bisa melihat beliau berlama-lama.

Di malam itu beliau bercerita tentang persiapan pernikahan saudaraku Ahmad yang cedera ketika ada usaha pembunuhan.

Itu beliau lakukan setelah memperoleh gaji dari Universitas Islam tempat beliau mengajar. Setelah menutupi seluruh hutang-hutang, beliau memberi sejumlah uang untuk proses pernikahan Ahmad yang waktu itu berumur 21 tahun.

Saat itu terlontar dari pembicaraannya: “Sekarang aku sudah bersih untuk menghadap Tuhanku. Tidak ada lagi bagianku dan juga aku tidak punya beban”.

Pagi-paginya DR. Rantisi bangun dan mandi, kemudian memakai harum-haruman. Tiba-tiba keluar dari mulutnya senandung nasyid Islamy yang tidak biasanya ia lakukan. Pembukaan nasyid itu berbunyi:

أن تدخلني ربي الجنة *** هذا أقصى ما أتمنّى

Semoga Tahanku memasuk kan ku ke dalam surga….Inilah puncak apa yang aku impikan.

Lalu beliau berkata kepada pendamping hidupnya, ibu Muhammad:

“Itu betul-betul kalimat yang paling banyak aku rindukan di dalam hidupku”.

Muhammad melanjutkan ceritanya:

“Asisten ayahku Tuan Akram Nashshar datang mengunjungi kami di hari Sabtu setelah ‘Ashar. Dia sempat bicara dengan ayahku sebentar. Keduanya sepakat untuk keluar rumah.

Beberapa saat sebelum azan Isya berkumandang, DR. Rantisi keluar didampingi anaknya Ahmad. Dia yang mengemudikan mobil yang memiliki rancangan khusus. Dia membawa beliau ke sebuah tempat di kota Gaza.

Setelah berlalu beberapa menit, mobil itu sampai ke tempat mobil yang di bawa oleh Ahmad al Gurrah. Dia ditemani oleh Tuan Akram Nashshar.

Dengan tenangnya DR. Rantisi pindah dari mobil anaknya ke mobil yang lain, kemudian berlalu dengan cepat. Akan tetapi 2 rudal yang berasal dari sebuah pesawat apache buatan Amerika lebih cepat dari semuanya.

Arwah beliau yang suci naik, kembali kepada Pencitanya. Ke surga Firdaus yang paling tinggi, insyaallah”.

Di antara perkataan beliau yang dicatat tinta emas sejarah:

“Apakah kami takut menghadapi kematian?

Kematian….pasti datang, sama saja dengan cara pembunuhan atau sakit kanker. Kematian tetap satu. Kita semua lagi menunggu hari terakhir dari kehidupan kita.

Tidak akan berubah sedikitpun. Sama, apakah dengan apache atau serangan jantung. Dan saya pribadi lebih memilih apache.

Pernyataan ini beliau sampaikan ketika diwawancarai oleh wartawan. Beberapa hari sebelumnya beliau baru saja memeriksakan kesehatan, ternyata hasilnya beliau terkena kanker ganas. Menurut ilmu beliau selaku dokter, beliau tidak akan mungkin hidup lebih dari 6 bulan lagi.

Coba kita renungkan dari pernyataan beliau; kalau pun tidak dibunuh oleh Israel, beliau juga akan segera kembali kepada Allah. Tapi Allah memuliakan beliau dengan mati secara syahid, bukan meninggal di atas kasur karena kanker atau serangan jantung. Supaya kepulangan beliau jadi amunisi dan pelajaran bagi para pejuang sesudahnya, sekaligus mengangkat derjat beliau di akhirat.

Selain itu, Allah mengaruniakannya mati secara syahid di tangan Zionis sebagaimana yang ia cita-citakan.

Salamun ‘alaika fil khalidin ya syahid.

10 tahun kesyahidan DR. Abdul Aziz ar Rantisi.

17 April 2004

Advertisements
This entry was posted in Hasan al Banna. Bookmark the permalink.

One Response to Akhir Hayat DR. Ar Rantisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s