Hubbur Ri-asah

Semakin tua seseorang biasanya akan semakin berkurang nafsunya kepada wanita dan makanan.

Akan tetapi syahwat untuk berkuasa malah akan semakin membuncah dan menggebu-gebu. Begitu kelihatannya.

Semakin tua seseorang semakin ingin disanjung, dihormati dan dimuliakan. Apalagi kalau ia mempunyai ilmu yang tinggi.

Makanya kita tidak perlu heran bila ada orang yang sudah berumur 70-an tahun tapi masih sangat bernafsu jadi pemimpin atau memegang jabatan.

Padahal bila diperhatikan, kekuatan fisiknya sudah lemah untuk memikul amanah yang berat.

Menurut perasaan, orang seperti itu sudah sepantasnya memusatkan hati untuk kembali kepada Allah. Bukan rebutan untuk menduduki kursi jabatan lagi.

Tapi itulah daya tarik dunia, khususnya kecintaan kepada pangkat dan jabatan, membuat orang lupa diri kalau dia sudah tua.

Kalau sifat seperti itu tidak diredam dan dikendalikan dari sekarang, ia juga akan menimpa kita di hari tua nanti.

Namun perlu diingat, tidak semua sifat seperti itu tercela. Dia akan menjadi mulia kalau ditujukan untuk menegakkan agama Allah dan keadilan di dunia. Seperti yang pernah dicontohkan oleh shahabat Rasulullah saidina Utsman bin Affan.

“Bermegah-megah telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur” (At Takatsur: 1-2)

Kita berlindung kepada Allah dari sifat “hubbur ri-asah”.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Hubbur Ri-asah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s