Hukum Shalat Berjamaah

Sambungan shalat berjama’ah di mesjid.

Andaikan sang kandidat doktor mengatakan hukum shalat berjama’ah di mesjid hanya sunat mu’akkad, maka saya akan jawab dengan ini:

Dalam ushul fiqh, sunat itu definisinya adalah:

ما يثاب على فعله ولا يعاقب على تركه

“Suatu amalan yang diberi pahala bila dilakukan dan tidak diberi sangsi terhadap orang yang meninggalkannya”.

Menurut saya definisi sunat ini perlu diperbaiki dalam tataran pengamalan – bukan merubah definisi yang sudah disepakati para ulama – menjadi:

ما يثاب على فعله ويخسر من تركه

“Suatu amalan yang diberi pahala bila dilakukan dan merugi orang yang meninggalkannya”.

Banyak orang yang tertipu dengan definisi aslinya dengan berfikir; yang penting saya tidak akan mendapatkan sangsi nanti di akhirat apabila tidak melakukannya. Hal itu karena kita tidak pernah berusaha mengongkritkannya. Bila kita mampu menghadirkan makna sesungguhnya di depan mata, pasti kita tidak akan mungkin menyepelekan ibadah-ibadah sunat apalagi ibadah wajib.

Kita analogikan dengan hal berikut ini. Bila ada pengumuman yang berbunyi begini: “Siapa yang datang ke KBRI besok pagi menyalami pak Duta akan diberi uang 1000 dolar per-orang, dan yang tidak datang tidak ada masalah”. Apakah mungkin ada di antara kita yang tidak datang besok pagi ke KBRI? Ini tidak perlu dijawab, karena sudah pasti jawabannya “tidak ada”.

Ini kehidupan dunia, istijabah kita sangat cepat dan spontan karena hasilnya kelihatan langsung, padahal seberapa lama dan besar kehidupan dunia ini. Namun karena kehidupan akhirat tidak kongkrit sekarang juga makanya kita sering menyepelekannya.

Coba kita ukur dengan ini:

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة .

Dari Abdullah bin Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah lebih afdal dari pada shalat sendirian dengan perbandingan 27 derajat”.

Bila seorang mu’adzin selesai mengumandangkan azan, ia mengumumkan seperti ini: “Siapa yang datang shalat ke mesjid, nanti selesai shalat imam akan memberinya uang sebanyak Rp. 27 juta per-orang, dan yang shalat di rumah akan diantarkan uang untuknya sebanyak Rp. 1 juta”. Kira-kira ada orang yang sudi shalat di rumah? Saya yakin, yang sakaratul mautpun akan digotong datang ke mesjid.

Begitulah kehidupan dunia, padahal Rp 27 juta itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan 27 derajat di akhirat . Bahkan dunia dengan seisinya bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat tidak ada nilainya di sisi Allah. Tapi begitulah dunia yang memukau ini memperdaya saya dan kita semua. Di samping itu, barangkali karena kita meyakini bahwa hukum shalat berjama’ah itu hanya sunat mu’akkad, kan tidak berdosa apabila kita tidak berjama’ah. Berdosa sih tidak, tapi kerugiannya sangat besar.

Ada lagi hadits yang mengatakan begini:

عن جابر عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من قال سبحان الله وبحمده غرست له نخلة في الجنة

Dari Jabir, dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda: “Siapa yang mengucapkan “Subhanallahi wabihamdihi” ditanamkan untuknya sebatang kurma di surga”. (HR. Turmudzi)

Karena kita sekarang tidak melihat bagaimana bentuk kurmanya, di mana letaknya dan tidak merasakan langsung manfaatnya, kita santai saja ketika waktu-waktu kita berlalu dengan percuma, tanpa mengucapkan kalimat ini. Tapi coba kalau dikongkritkan oleh Allah: “Siapa yang yang mengucapkan kalimat ini diberi untuknya sebatang kelapa sawit yang lebat buahnya dan siap dipanen”. Apakah mungkin ada orang yang menyia-nyiakan waktunya tanpa menyebut kalimat mulia ini?

Hadits selanjutnya:

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ ، خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ، وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ»

Dari Kharijah bin Hudzafah, telah keluar Rasulullah kepada kami, lalu baginda bersabda: “ Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla sungguh telah mengulurkan waktu bagi kalian untuk suatu shalat, di mana ia lebih baik dari pada unta merah (unta yang baik kwalitasnya), yaitu shalat witir, maka Allah menjadikan waktunya untuk kalian antara ‘isya sampai terbit fajar”.

Kalau setiap habis shalat witir Allah langsung memberikan seekor unta kepada orang yang melakukannya, apakah mungkin ada orang mukmin yang tidak melakukannya?

Masih ada lagi:

عن أُمَّ حَبِيبَةَ، تَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ» قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ: فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Dari Ummi Habibah, ia berkata: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Siapa yang shalat (sunat) 12 raka’at sehari semalam, dibuatkan untuknya sebuah rumah di surga”. Berkata ummu Habibah: “Saya tidak pernah meninggalkannya semenjak mendengarnya dari Rasulullah”. (HR. Muslim)

Begitu juga, bila setiap selesai mengerjakan shalat sunat ini (shalat sunat rawatib), Allah langsung memberinya sebuah villa atau rumah, pasti tidak akan ada orang mukmin meninggalkan shalat sunat rawatib ini.

Ini baru amalan sunat, bagaimana kalau amalan wajib, seberapa kerugiannya?

Itulah namanya iman, yakin akan adanya pembalasan hari akhirat sekalipun tidak nyata sekarang juga. Kalau dikongkritkan langsung oleh Allah, maka tidak ada artinya iman.

Untuk itu kita perlu berlatih untuk mengongkritkan semua janji-janji Allah ini, sebelum terjadi penyesalan yang besar di akhirat sana. Semua manusia pasti akan menyesal sekalipun ia masuk surga, kecuali orang yang betul-betul mampu memaksimalkan waktu dan kemampuan yang dikaruniakan Allah kepadanya.

فاستبقوا الخيرات

“….maka berlomba-lombalah melakukan kebaikan….”. (al Baqarah: 148)

Advertisements
This entry was posted in Shalat Berjama'ah. Bookmark the permalink.

One Response to Hukum Shalat Berjamaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s