Raba Dada Dulu

Sering sekali saya lihat orang yang lagi menasehati orang lain untuk bersifat tawadhu’, rendah hati, tidak sok dengan ilmu yang sudah diraih dan gelar, sementara dia lagi mempertontonkan kesombongan dan kepongahan, serta tidak bisa terima kalau ada orang lain lebih unggul dari dirinya.

*** Pelajaran yang bisa saya ambil dari sana: “Pegang dada dulu sebelum memberi nasehat, apakah betul ikhlas menasehati atau karena hawa dan nafsu lagi bergejolak. Selanjutnya, jangan mudah mengumbar nasehat”.

Advertisements
This entry was posted in Khawatir 2. Bookmark the permalink.

One Response to Raba Dada Dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s