Menawar vs Tips

Apa namanya hal seperti ini?

Seorang ibu-ibu kaya pergi belanja barang harian ke pasar. Dia masuk ke kios tempat menjual sayur.

Dia bertanya kepada seorang ibu miskin penjual sayur: Berapa harga satu ikat sayur?

Ibu penjual sayur: 3000 rupiah.

Perempuan kaya: 4 ikat Rp. 10.000 ya, kalau ga’ mau saya ga’ beli.

Penjual sayur: (Dengan wajah memelas) Boleh….ambillah!

Di lain waktu, ibu kaya itu makan di sebuah restoran mewah bersama keluarganya.

Setelah selesai makan ia minta kwitansi pembayaran. Di sana tertulis 485 ribu.

Ibu itu mengeluarkan lembaran 100 ribu 5 buah, kemudian memberikannya kepada pelayan restoran yang membawa kwitansi dan lebihnya dibiarkan sebagai uang tips.

Hal seperti ini sering sekali saya lihat. Kita merasa hebat untuk menekan orang miskin, tapi melunak dan segan kepada orang yang memang sudah berpenghasilan besar juga.

Kapan lah rasa kemanusiaan ini bisa mengalahkan gengsi?

Padahal Rasulullah mengatakan: “Kalian dibantu dan dikayakan oleh orang-orang lemah di antara kalian”.

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Menawar vs Tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s