Tipuan Dunia

Ketika terjadi suatu kemungkaran besar atau perbuatan keji yang sangat menjijikkan, sebagian kita sering memberikan tanggapan seperti ini: “Ah, tanda akhir zaman”, atau “Dunia sudah hampir kiamat”, dan ungkapan semacamnya.

Mungkin saja ungkapan seperti itu usaha pembenaran terhadap apa yang terjadi, atau usaha untuk tidak terlalu menggubris, atau ungkapan kecewa terhadap yang terjadi, sementara tidak mampu berbuat apa-apa untuk memperbaikinya, atau ungkapan pasrah, terjadilah apa yang terjadi.

Kalau kita lihat tabiatnya dunia ini, maka ungkapan itu sangatlah salah. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk membiarkan kejahatan melenggang tanpa ada usaha perlawanan demi perbaikan. Kenapa demikian?

Mari kita lihat sejarah umat-umat dahulu, yang datang sebelum kita!!!

Sehebat apakah kemajuan dunia di zaman Nabi Nuh, hingga begitu memukaunya? Sampai-sampai hanya segelintir manusia yang mau beriman dengan beliau. Padahal bumi waktu itu baru dihuni manusia.

Secanggih apakah kaum Nabi Hud dan Nabi Shaleh, hingga kecintaan mereka kepada dunia memalingkan mereka dari hidayah? Sampai Allah menghabisi mereka semua, hanya menyisakan tempat tinggalnya.

Secanggih apakah umat Nabi Luth, apakah ada ipad, samsung, internet dan semacamnya di zaman itu untuk nonton film…..? Hingga mereka yang hanya berjumlah 400 ribu orang tidak ada satu pun yang beriman kepada Nabi Luth. Semua… tua-muda, bahkan kakek-kakek tenggelam di dalam dosa yang sangat menjijikkan itu.

Begitu juga dengan umat-umat Nabi berikutnya; Nabi Syu’aib, Nabi Musa, Nabi Ilyas, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa dan banyak lagi umat-umat yang tidak diceritakan Allah dalam al Qur’an.

Allah berfirman:

“Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain dalam kebinasaan. Dan Kami jadikan mereka bahan cerita bagi manusia sesudahnya. Maka binasalah bagi kaum yang tidak beriman”. (Al Mu’minun: 44)

Imam Ibnul Qayyim berkata:

“Seluruh umat yang mendustakan nabi-nabi mereka, yang mendorong mereka untuk kafir hingga binasa itu adalah kecintaan mereka kepada dunia.

Seluruh kesalahan yang terjadi di alam ini asalnya adalah cinta dunia. Maka cinta dunia dan ingin berkuasa, dia lah yang akan meramaikan isi neraka. Dan zuhud terhadap dunia dan kekuasaan, dia lah yang akan meramaikan penduduk surga.

Dunia itu adalah sihir terbesar yang menyihir akal”.

Jadi kesimpulannya, manusia durhaka dan tenggelam dalam maksiat bukan karena hidup di akhir zaman, bukan karena dunia sudah modern. Akan tetapi memang aslinya dunia itu sesuatu yang menggiurkan.

Di zaman apapun manusia hidup, akan ada hal-hal yang memukau, yang sesuai dengan keadaan zaman itu, yang memalingkan manusia yang berada di dalamnya dari Allah.

Untuk itu, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti berdakwah. Tidak ada alasan untuk kabur dari perbaikan. Tidak ada alasan untuk berputus asa. Kita hidup memang untuk diuji, siapa yang terbaik amalannya.

Walau besok kiamat akan terjadi tiada kata henti untuk perbaikan. Bukan hasil yang dituntut, tapi keikhlasan, keuletan, keseriusan, dan cara yang benar dalam mengusahakan perbaikan, itu yang diberi nilai dan ganjaran oleh Allah.

Terakhir, justru kita harus lebih bersyukur menjadi umat Nabi akhir zaman, di mana masih ada jutaan orang yang mau beriman dan mau mengusahan perbaikan.

Pastikan diri anda salah seorang yang mengusahakan kebaikan itu. Paling kurang, janganlah jadi perusak!

Ya Allah, selamatkan kami dari cinta yang berlebihan terhadap dunia.

Advertisements
This entry was posted in Tazakiyatul Anfus. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s