Nikmat atau Fitnah?

Ibnul Qayyim pernah ditanya: “Apabila Allah melimpahkan nikmat kepada seseorang, bagaimana kita bisa mengetahui apakah itu betul-betul nikmat atau fitnah?

Beliau menjawab: Bila nikmat itu membawa kedekatan dirinya kepada Allah dan jauh dari maksiat berarti itu betul-betul nikmat, tapi bila nikmat itu menjauhkan dirinya dari Allah berarti itu fitnah/istidraj.

Bisa diukur sendiri, kita lagi dapat nikmat atau lagi ditimpa fitnah.

Advertisements
This entry was posted in Kata Hikmah. Bookmark the permalink.

One Response to Nikmat atau Fitnah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s