Apa Tujuan Ibadah Kita?

Saya khawatir terhadap kampanye banyak sedekah, banyak shalat tahajjud, banyak shalat dhuha dan ibadah lainnya yang bertujuan agar rezki dimudahkan Allah dan cepat kaya.

Karena setahu saya, Rasulullah menjadikan kemudahan rezki itu cuma sekedar untuk motivasi sampingan, bukan tujuan utama. Sementara tujuan sebenarnya adalah untuk memperoleh padaha dan kebahagiaan akhirat.

Kalau yang selalu dijadikan daya tarik untuk bersedekah adalah biar rezki menjadi mudah, kemana pergi yang jadi pembicaraan hal itu, hingga menjadi trend di mana-mana, sementara perkara akhiratnya tidak pernah disinggung, atau hanya sekedar bahan pelengkap, takutnya yang terjadi sebenarnya adalah hal berikut:

1. Menjadikan amalan akhirat untuk mengejar dunia, dan jelas hal ini sangat dimurkai Allah.

2. Cinta dunia yang dipolesi bentuk keberagamaan.

3. Menguji Allah, apakah Dia betul-betul melimpahkan rezki-Nya setelah bersedekah atau tidak. Naudzubillah dari perbuatan ini.

4. Mengharapkan pahala disegerakan Allah di dunia ini, padahal itu adalah perkara yang sangat ditakuti oleh salafunassaleh.

5. Terlalu sederhananya ilmu dan pemahaman dalam beramal.

Ini hanya sekedar “khathirah”, hakikat sebenarnya berpulang kepada pelaku. Kita yang lebih tahu dengan isi hati kita masing-masing.

Allah hanya menerima amalan yang betul-betul ikhlas karena-Nya.

Semoga Allah mengaruniakan keikhlasan yang hakiki kepada kita semua.

NB: Untuk direnungkan, bukan untuk diperdebatkan.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Apa Tujuan Ibadah Kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s