Orientasi Akhirat

Bila kita mengejar akhirat, dunia akan ikut terbawa. Tapi bila kita mengejar dunia, akhirat akan tersingkirkan.

Ungkapan seperti ini sering kita dengar, tapi barangkali susah untuk divisualisasikan.

Sebagai contoh saya dapat kiriman tulisan seperti ini di BB:

Sekilas info:

Cara mandi yg benar hindari stroke!

JANGAN MANDI LANGSUNG GUYUR KEPALA!

Sering terjadi di keluarga Indonesia…..terserang penyakit stroke…..dan tidak jarang meninggal di kamar mandi….

Hasil analisa dokter dari…UGM, UI, UII, menyimpulkan bahwa: “Badan manusia terdiri dari jutaan syaraf, jika syaraf tersebut kaget, baik dengan suhu panas maupun dengan suhu dingin, syaraf syaraf tersebut akan mudah terpicu.

Maka jika kita mau mandi, lakukan seperti yg dilakukan nenek moyang kita zaman dahulu kala. Mereka kalau mandi terlebih dahulu membasuh atau menyiram kedua tangannya dimulai tangan kanan baru kiri (memberikan rangsangan pada jantung), kemudian kedua kakinya, juga dimulai dari kaki kanan. Kemudian badannya, terakhir baru kepalanya, karena itu orang dulu diberi umur sampai 105 tahun masih sehat”.

Kembali hasil analisa tadi, bahwa penyebab kematian tidak hanya pada pengidap hipertensi yang dapat menyebabkan stroke, orang sehatpun dapat, pada saat sedang di kamar mandi. Karena langsung mengguyur kepalanya dalam keadaan panas, maka jaringan syaraf di kepala kaget dan rusak, sehingga dapat menyebabkan kematian di kamar mandi.

Jadi yang terjatuh di kamar mandi bukan semata mata pengidap hipertensi, namun dapat karena sistem syaraf pusat di daerah kepala kaget kena air yang langsung di siram pada bagian kepala. Semoga bermanfaat.

BC lagi ke keluarga dan teman-teman anda!

Sebenarnya cara mandi seperti ini sudah diajarkan oleh Rasul kita semenjak 14 abad yang lalu. Bahkan lebih sempurna lagi.

Mulai dengan wudhu’ dulu, kemudian dilanjutkan membasahi tubuh bagian kanan. Setelah itu baru mengguyur seluruh badan.

Sementara tulisan di atas tidak menyinggung sedikitpun permasalahan agama, atau memotivasi untuk mengikuti sunnah Rasulullah.

Bila kita melakukan hal di atas berdasarkan dorongan untuk menjaga kesehatan, yang akan kita dapatkan hanya kesehatan, pahala akhirat tidak akan kita peroleh.

Tapi bila motivasi kita melakukannya untuk mentaati Rasulullah maka pahala akhirat insyaallah akan kita capai, dan kesehatan badan akan terbawa sendiri sekalipun kita tidak ada niat untuk itu.

Dengan contoh ini kita bisa bandingkan dengan amal-amalan yang lain. Kejar saja motivasi akhiratnya, efek duniawinya akan terbawa sendiri. Dan tidak untuk sebaliknya.

Lakukan lah shalat lima waktu seperti itu. Tidak perlu kita shalat demi menyehatkan badan, atau tahajjud supaya hidup lapang, shalat dhuha agar rezki lancar, bersedekah supaya cepat kaya, senyum agar awet muda, dsb.

Takutnya, bila motivasi yang selalu ditekankan itu perkara duniawi, akhiratnya justru jadi sampingan, bahkan terlupakan sama sekali. Perkaranya sudah kongkrit semua di dunia ini, tidak ada lagi ruang iman.

Saat itu tidak ada lagi yang membedakan kita orang yang beriman melakukan suatu amal dengan orang non muslim melakukan amal. Bahkan amalan mereka akan lebih mantap kerena mereka lebih profesional.

Fa’tabiru ya ulil albab….!!!

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Orientasi Akhirat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s