Wudhu’ di Wastafel

Dapat cerita begini:

Di salah satu negara Eropa, waktu shalat sudah masuk…..

Seorang yang beragama Islam yang tinggal di sana masuk ke WC umum untuk mengambil wudhu’.

Dia mulai mencuci kedua pergelangan tangannya.

Di sampingnya ada seorang penduduk setempat non muslim yang memperhatikan apa yang ia lakukan dengan penuh keheranan.

Ketika ia mencuci kaki, ia mengangkat kakinya ke wastafel.

Saat itu orang yang memperhatikannya itu berteriak: “Hai…..apa yang kamu lakukan?!”

Teman muslim kita itu menjawab dengan tenang: Saya lagi berwudhu’.

Non muslim: Kamu orang muslim jorok, selalu mengotori tempat umum! Terus kamu mengaku lagi membersihkan diri. Tapi kamu mengotori fasilitas umum dengan mengangkat kakimu yang kotor. Wastafel ini gunanya untuk mencuci muka dan tangan. Dia mesti bersih, jangan kamu kotori!

Dia terus mencerocos.

Penduduk muslim: Bolehkah saya menanyakan satu hal dan kamu harus menjawabnya dengan jujur?

Non muslim: Silahkan.

Penduduk muslim: Berapa kali kamu mencuci wajahmu dalam sehari?

Non muslim: Satu kali, ketika bangun tidur. Kadang-kadang saya cuci lagi kalau saya merasa letih atau suntuk.

Penduduk muslim (sambi tersenyum): Kalau saya mencuci kaki ini lima kali paling kurang setiap hari.

Sekarang coba katakan kepadaku: Mana yang lebih bersih, kakiku atau wajahmu?

Orang non muslim itu terdiam dan pergi berlalu dari hadapannya.

Advertisements
This entry was posted in Rawai'. Bookmark the permalink.

One Response to Wudhu’ di Wastafel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s