Orang Bijaksana dan Kalajengking

Nasehat yang amat sulit dilakukan tapi kita mesti mencobanya:

Orang Bijaksana dan Kalajengking

Seorang laki-laki tua yang terkenal sebagai orang bijaksana lagi duduk di pinggir sebuah sungai.

Dia mengamati keindahan aliran sungai sambil bergumam dengan suatu kalimat…..

Tiba-tiba pandangannya tertuju ke seeokor kalajengking yang terjatuh ke delam air.

Dia kesusahan berusaha menyelamatkan diri dari tenggelam.

Orang tua bijak itu memutuskan untuk menyelamatkannya.

Ia menjulurkan tangannya, tapi kelajengking itu menyengatnya. Laki-laki itu dengan reflek menarik tangannya sambil berteriak menahan pedih yang hebat.

Akan tetapi hanya beberapa detik setelah itu ia kembali menjulurkan tangannya untuk menyelamatkan kalajengking.

Kembali ia disengat, ia pun kembalik menarik tangannya sambil berteriak menahan sakit.

Beberapa saat setelah itu ia kembali berusaha untuk ketiga kalinya.

Tidak jauh dari tempatnya, seorang laki-laki lain duduk memperhatikan apa yang terjadi.

Tiba-tiba ia berteriak kepada orang tua bijak itu: “Hai orang bijak, apa anda tidak mendapatkan pelajaran dari sengatan pertama dan yang kedua? Sampai-sampai anda berusaha untuk ketiga kalinya menyelamatkan kalajengking itu?”

Laki-laki bijak itu tidak mempedulikan peringatan orang yang berteriak itu. Dia terus berusaha sampai akhirnya berhasil menyelamatkan kelajengking itu.

Kemudian ia berjalan menuju laki-laki yang sudah mengingatkannya tadi, lalu menepuk pundaknya sambil berkata: “Ananda, sudah menjadi tabiat bagi kalajengking untuk menyengat, dan tabiat diriku adalah mencintai dan kasihan”.

Kenapa kamu menginginkan diriku untuk mengikuti tabiat kalajengking dan menyingkirkan tabiat diriku?

Cerita ini hanya khayalan, akan tetapi…..

hikmah di balik itu…

Berinteraksilah dengan manusia menggunakan tabiat dirimu yang mulia, jangan dengan menggunakan tabiat orang yang dipergauli, yang tidak baik.

Betapapun banyaknya tindakan mereka yang menyakitimu jangan acuhkan teriakan orang yang mengingatkanmu untuk meninggalkan sifat-sifat muliamu, disebabkan pihak orang yang kamu berikan kebaikan tidak berhak menerima kebaikan itu.
Karena ada sifat kalajengking pada dirinya yang tidak mempedulikan kebaikan orang kepadanya. Bahkan membalasnya dengan kejahatan.

Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu jadi orang yang “imma’ah”! Jika orang berbuat baik aku akan baik, jika orang jahat saya akan jahat.

Akan tetapi stabilkan lah dirimu. Apabila orang berbuat baik aku akan baik, bila mereka jahat aku tidak akan berbuat jahat”.

Ya Allah, karuniakan kami kemuliaan akhlak.

Advertisements
This entry was posted in Rawai'. Bookmark the permalink.

2 Responses to Orang Bijaksana dan Kalajengking

  1. Pingback: Orang Bijaksana dan Kalajengking - IMSA Sisters

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s