Bersimpati Salah

Azab yang diturunkan Allah kepada orang zalim menurut kebiasaan datangnya dari jalan yang tidak biasa dan dengan cara yang tidak pernah dikira-kira dan tidak pernah terlintas di hati mereka.

Siapa yang mengira kalau Namrud akan dibinasakan Allah dengan lalat yang masuk ke telinganya?

Tidak pernah terbertik di hati Fir’aun kalau ia akan ditenggelamkan di laut Merah.

Tidak pernah terbayangkan oleh Qarun kalau bumi akan menelannya bersama harta kekayaan yang ia banggakan.

Adakah terlintas dalam pikiran Abu Jahal kalau kepalanya akan dipotong oleh Abdullah bin Mas’ud dan tubuhnya dilemparkan ke dalam sumur Badar?

Abu Lahab tidak mengira kalau tubuhnya akan membusuk sampai anaknya pun tidak sanggup menguburkan mayatnya.

Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafy mati karena ketakutan terus dihantui oleh bayangan Sa’id bin Jubair yang telah ia sembelih.

(فأتاهم الله من حيث لم يحتسبوا)

“….maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang tidak mereka sangka-sangka..” (Al Hasyr: 2)

(وأتاهم العذاب من حيث لا يشعرون) .

“..dan datanglah azab itu kepada mereka mereka dari tempat yang tidak mereka sadari”. (An Nahl: 26)

Bagi pendukung kezaliman juga begitu….

Kemaren lusa ba’da shalat subuh saya melihat pendukung Fir’aun yang baru naik tahta memajang fotonya yang digandengkan dengan foto singa lagi menganga sambil cengar cengir bahagia.

Ba’da magrinya saya lihat dia bersama seluruh karyawan mini marketnya tertunduk lesu menahan geram karena sebagian isi tokonya sudah disapu pakai traktor oleh anjing-anjing suruhan orang yang dia banggakan tadi pagi.

Beberapa minggu yang lalu pemilik kebun bunga yang jualan bunga hidup meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Fir’aun yang baru dengan mengangkat simbol dua jari karena ada iring-iringan tentara yang lewat di jalan.

Ba’da shalat magrib juga kemaren lusa kebunnya hancur dibuldoser oleh suruhan Fir’aun yang ia banggakan itu. Mulutnya berubah mengeluarkan sumpah serapah terhadap orang yang ia eluk-elukkan sebelumnya. Begitu cepatnya Allah merubah keadaan.

Mau saya ucapin selamat, tapi takut kalau tamparannya melayang ke wajah saya. Hahaha…..

Itulah sepotong cerita terkini dari bumi kudeta, bumi seribu penjara.

Pelajaran:

Kalau tidak sanggup melawan kezaliman jangan sampai bersimpati memberikan dukungan.

Bila tersenyum melihat kezaliman siap-siaplah suatu saat nanti kezaliman itu mengenai anda sendiri.

Bila ketawa menyaksikan kezaliman, suatu hari nanti pasti menangis merasakan akibatnya. Di dunia, apalagi di akhirat.

Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Bersimpati Salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s