Dendam Biksu

Satu-satunya film yang pernah saya sukai menontonnya pada masa lalu adalah film yang berasal dari legenda Cina. Seperti film Zhang Wu Ji dan Boboho.

Dari sana banyak pelajaran dan hikmah yang dapat saya temukan, sekalipun mereka bukan orang Islam. Ternyata cendrung kepada kebaikan itu sebenarnya fitrah manusia diciptakan Allah, tanpa mengenal agama dan suku bangsa.

Di antara pelajaran penting yang saya temukan; tentang kejujuran, kesatria, amanah, menepati janji, cinta kasih dan sayang kepada sesama serta persahabatan. Juga pengajaran tentang bahaya dan kejinya khianat, dusta, dendam, hasad, iri dengki, keserakahan dan angkara murka.

Satu hal yang paling saya sorot di sana, bagaimana ajaran Budha yang mereka anut sebenarnya mengajarkan untuk membersihkan jiwa dari segala sifat buruknya, terutama kebencian dan dendam.

Namun sayang, banyak di antara pendeta atau biksu yang melakukan pertapaan untuk mendapatkan ilmu, bukan tujuannya untuk kedamaian tapi untuk membalaskan dendam kepada musuh dan orang-orang yang mereka benci.

Jubah kebesaran yang dipakai hanya sebagai kedok supaya mereka dianggap sebagai orang suci. Namun kenyataan, yang bercokol di dada mereka hanyalah syetan terkutuk, yang jauh lebih ganas dari pada manusia durjana secara terang-terangan.

Semedi yang mereka lakukan tidak membawa dampak penyucian hati sebagaimana yang seharusnya, justru malah memupuk syetan dan iblis durjana di dalamnya. Tasbih besar yang menggelayut di leher atau dipegang di tangan untuk menghitung kalimat-kalimat “zikir” ala mereka tidak membuat hati mereka tenang. Malah memperbesar gejolak api dendam dan permusuhan.

Lantunan ayat-ayat dari kitab suci mereka juga tidak membawa bekas apa-apa dalam memperbaiki gaya hidup. Semua hanya kedok untuk mengelabui pandangan umat.

Sebagaimana kita ketahui, hasil sastra itu sebenarnya ungkapan pengarang bagaimana ia menggambarkan kondisi ril masyarakat tempat ia hidup melalui cerita. Mereka terinspirasi untuk menuliskan itu karena melihat kenyataan lingkungannya.

Begitulah gambaran “sebagian” kehidupan sepanjang zaman.

Pahamilah !!!

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Dendam Biksu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s