Kantong Bocor

Orang lagi sibuk cerita tentang “kebocoran”. Sepertinya kita juga harus berhati-hati dari “kebocoran”.

Berhati-hatilah dengan “kantong bocor”!

Kamu berwudhu’…..akan tetapi berlebihan dalam menggunakan air. (kantong bocor)

Kamu bersedekah kepada fakir miskin dengan sejumlah uang…….kemudian kamu hinakan dan susahkan mereka. (kantong bocor)

Kamu shalat tahajjud, shalat dhuha dan melakukan banyak keta’atan……akan tetapi kamu memutuskan silaturrahim. (kantong bocor)

Kamu puasa dan sabar menahan haus dan lapar……akan tetapi kamu mencela, menghina dan melaknat. (kantong bocor)

Kamu pakai baju gamis longgar, menutup aurat dan jilbab besar…..akan tetapi bau parfum semerbak keluar dari badanmu. (kantong bocor)

Kamu muliakan tamumu dan melayaninya dengan baik……akan tetapi setelah ia pergi kamu mempergunjingkan dan kamu sebut keburukan-keburukannya. (kantong bocor)

Kamu perbanyak melakukan kebaikan-kebaikan kepada sesama manusia……akan tetapi kedengkian kamu biarkan menjalar di dalam hati. (kantong bocor)

Jangan sampai kamu meletakkan kebaikan di dalam “kantong bocor”.

Kamu kumpulkan dengan susah payah tapi kamu tidak sadar kalau ada sisi yang bocor hingga ia terbuang percuma.

Ya Allah, ampuni kami. Tunjuki kami, jangan biarkan amal kami mengalami kebocoran.

Advertisements
This entry was posted in Tazakiyatul Anfus. Bookmark the permalink.

One Response to Kantong Bocor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s