Pemuda yang Berakal

Bila melihat anak muda yang suka ugal-ugalan, saya jadi ingat perkataan Imam Ibnu al Jauzi di dalam kitabnya Shaidul Khathir:

“Wajib bagi orang yang berakal mempersiapkan diri untuk perjalanan panjangnya. Sesungguhnya ia tidak tahu kapan ia akan dikejutkan oleh perkara Tuhannya (kematian). Dia tidak tahu kapan akan dipanggil.

Aku melihat, banyak sekali manusia yang tertipu oleh masa mudanya.
Dia lupa kalau dia sudah kehilangan teman-teman sebayanya. Dan panjang angan-angan telah melalaikan mereka.

Kadang-kadang seorang yang sibuk dengan keilmuan semata berbisik kepada dirinya sendiri: “Aku akan menyibukkan diri dulu hari ini dengan ilmu, besok baru aku beramal”.

Karenanya ia memandang remeh suatu ketergelinciran yang ia lakukan dengan alasan “ketenangan/santai”. Dan dia menunda-nunda permohonan kepada Allah untuk mewujudkan taubat.

Dia juga tidak merasa asing untuk bergunjing atau mendengarkannya. Tidak merasa risih dengan usaha-usaha yang mengandung syubhat karena merasa optimis kalau itu bisa dihapus dengan kewara’an. Dan dia lupa bahwa kematian bisa saja mengagetkannya secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, orang yang berakal adalah orang yang memberikan setiap detik akan haknya dari kewajiban yang mesti ia lakukan. Bila ia dikejutkan pun oleh kematian dia sudah siap untuk menghadapinya. Dan bila ia berhasil mencapai apa yang ia cita-citakan ia menjadi semakin baik”.

Sekian perkataan Ibnu al Jauzi.

Kenyataan sehari-hari memperlihatkan kepada kita bahwa kematian tidak hanya menimpa orang tua atau orang sakit. Juga kematian mendadak bukan dirasakan oleh orang yang sakit jantung atau karena kecelakaan saja.

Ternyata ada juga anak muda yang berada pada puncak kesehatannya, riang gembira dengan segala kelebihan yang ia dapatkan, bangga dengan kegantengannya, tiba-tiba tanpa penyebab apa-apa ia meninggal.
Penyebabnya hanya ajalnya sudah datang, jatah hidupnya sudah habis. Bukan karena kecelakaan dan penyebab lainnya.

Tidakkan itu menjadi pelajaran bagimu wahai pemuda yang lagi riang gembira?

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Pemuda yang Berakal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s