Musuh Sebenarnya

Kita bukan lagi berperang dengan pemimpin yang zalim. Bukan dengan penjajah yang menyengsarakan. Bukan dengan perampok yang menghabisi kekayaan.

Tapi sesungguhnya kita lagi berperang dengan kebodohan yang menumpulkan akal,

dengan hati yang sudah tertutup mati hingga tidak bisa memahami,

dengan jiwa-jiwa lemah yang sudah menundunduk tidak memiliki rasa izzah/kemuliaan,

dengan diri yang sudah mempertuhankan manusia,

dengan tubuh yang siap menjadi hamba sahaya, diperbudak oleh yang pintar mengolah kata.

Dan itu semua jauuuuuuuuuuh lebih sulit dari sekedar memerangi kezaliman dan penjajahan.

Tidak ada orang mengaku sebagai tuhan kalau tidak ada orang sekelilingnya yang terlalu mengagungkan dan siap menundukkan lehernya untuk diperbudak.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Musuh Sebenarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s