Lidah dari Cuka vs Lidah dari Madu

Dua orang pedagang yang memiliki toko bersebelahan; salah satunya menjual madu dan satunya lagi menjual cuka.

Setiap hari pembeli selalu berdesak-desakan masuk toko penjual cuka.

Lama-lama penjual madu jadi berpikir, “Barangkali karena harga madu terlalu mahal makanya orang lari dariku”.

Karena itu ia mulai mengatur strategi untuk menurunkan harga madu, tidak mengambil untung banyak-banyak.

Sekalipun sudah memberikan diskon begitu tinggi tetap saja pelanggannya tidak banyak seperti pelanggal penjual cuka. Padahal kebutuhan orang kepada madu lebih banyak dari pada cuka. Paling kurang sama.

Untuk itu penjual madu memberanikan diri mendatangi penjual cuka menanyakan apa rahasianya.

Dia berkata: “Kenapa orang sampai berdesak-desakan di tokomu, padahal kamu menjual cuka yang rasanya asam dan baunya tidak enak. Sedangkan aku menjual madu yang rasanya manis, tapi sedikit sekali pelangganku?”

Dengan penuh wibawa penjual cuka berkata:

“Aku menjual cuka dengan lidah dari madu, sedangkan engkau menjual madu dengan lidah dari cuka”.

Ya Allah, karuniakan kami lidah yang terpelihara dan kebaikan akhlak.

Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Lidah dari Cuka vs Lidah dari Madu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s