Imam Ghazali Mengafani Diri Sendiri?

Saya pernah membaca sebuah tulisan yang dikirim melalui FB dan WA yang menceritakan bahwa: Imam Ghazali mengetahui saat kematiannya. Untuk menghadapi itu beliau langsung mandi dan membungkus tubuhnya dengan kain kafan, kecuali bagian wajah. Teakhir beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya.

Di kolom komentar banyak sekali yang mengucapkan “subhanallah” dan ungakapan-ungkapan kekaguman.

Dalam masalah seperti ini sangat diperlukan sekali ilmu untuk menerima dan mencerna suatu cerita yang beredar. Sebenarnya gampang sekali mendeteksi kebenaran atau dustanya.
1. Tidak ada seorangpun yang diberi tahu oleh Allah kapan ia akan meninggal dunia. Bahkan kepada kekasihnya Nabi Muhammad pun tidak dibocorkan rahasia itu.
2. Memandikan mayat itu bukanlah tugas orang yang meninggal, tapi kewajiban orang yang masih hidup. Salah satu yang mewajibkan mandi itu adalah keluarnya ruh. Sekalipun seseorang sudah mandi sebelum ruhnya keluar, orang yang hidup tetap wajib memandikannya lagi ketika sudah meninggal. Nabi Muhammad saja dimandikan setelah meninggal. Jadi, bila kita tahu hukum fikih yang sangat sederhana ini akan ketawa geli membaca cerita lucu ini.
Semoga kita tidak mudah menerima kisah-kisah aneh seperti ini untuk masa yang akan datang.
Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Imam Ghazali Mengafani Diri Sendiri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s