Langgam

Terlepas shahih atau dhaifnya hadits tentang membaca Al-Qur’an dengan menggunakan langgam non Arab, terlepas boleh atau tidaknya membaca Al-Qur’an dengan irama selain Arab, apakah negara kita sudah kehabisan qari’ yang bisa membaca Al-Qur’an dengan langgam Arab? Dengan gaya bahasa aslinya? Hingga dalam forum resmi kenegaraan harus mengambil pilihan bacaannya yang seperti itu.

Mari kita berterus terang saja, apa yang kita inginkan sebenarnya?

Fitnahan yang bersiweleran di tengah umat ini sudah terlalu banyak. Jangan ditambahkan lagi.

Apakah itu yang dinamakan Islam Nusantara, yang bukan transnasional?

Semoga tidak ada orang dari kampungku yang berkeinginan pula menciptakan bacaan Al-Qur’an dengan langgam saluang Minang atau Rabab Pesisir. Juga teman-teman dari daerah lain, jangan sampai terbetik di dalam hatinya mengarang irama Al-Qur’an sesuai budaya daerahnya masing-masing.

Ya Allah, kenapa negaraku semakin aneh?

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Langgam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s