Kritis Secukupnya

Sifat kritis itu sangat diperlukan untuk perbaikan, kemajuan dan perbaikan kesalahan.

Tapi bila terlalu kritis juga akan menghambat kemajuan dan akan mendatangkan kontra produktif.

Tidak ada manusia tanpa kekurangan dan tidak ada kebaikan mutlak di dunia ini tanpa sisi kurang. Palingkurang “kurang” dalam pandangan sebagian orang.

Karena pandangan manusia berbeda satu sama lain.

Baik menurut anda, jelek dalam pandangan orang lain. Dan begitu sebaliknya.

Jadi bila porsentase kebaikan seseorang lebih dominan dari pada kekurangannya, sebaiknya kita fokus kepada kebaikan-kebaikannya, tanpa membiarkan kekurangan berlanjut begitu saja.

Tapi jangan titik kurangnya terus yang dicongkel dengan mengabaikan kebaikannya yang jauh lebih banyak.

Orang yang selamat di akhirat nanti itu bukanlah manusia suci tanpa cacat – tanpa noda. Tapi cukup kebaikannya lebih banyak dari kejelekannya, Allah jamin surga.

Ini bukan artinya kita tutup mata atas kesalahan. Tapi tegurlah seperlunya dengan cara bijaksana. Jangan kelebihan dosis.

Bila duri yang menusuk, cukup gunakan jarum untuk mengeluarkannya. Tidak perlu linggis untuk menconkel.

Tapi ingat…..!!!

Bila kerusakan sudah terjadi di mana-mana, buldoze pun bisa digunakan. Linggis tidak akan cukup, apalagi hanya mengandalkan jarum.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Kritis Secukupnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s