Perlu Memahami Posisi dan Fungsi

Orang yang ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan keilmuan di tengah umat ini bagaikan sekumpulan orang yang lagi membuat sebuah mobil. Mereka akan berbagi pekerjaan dalam membuat bagian rangka mobil terlebih dahulu satu persatu. Ada ilmu yang ia hasilkan berfungsi sebagai mesin, rem, gas, kopleng, stir, kaca depan, tempat duduk, roda, kaca spion, jendela, pintu, baut, klakson dll.

Sekalipun seluruh bagianya sudah lengkap, belum cukup sampai di situ. Harus ada yang mampu menyusun dan menyatukan bagian-bagian itu dengan benar. Bila salah satu bagian saja tidak pas, mobil tidak akan berjalan dengan utuh. Hanya orang langka yang mampu membuat seluruh bagian mobil, kemudian bisa merakitnya sendirian.

Sebagian orang ahli dalam membuat bagian-bagian mobil, tapi tidak mampu menyusunnya. Orang seperti ini hanya bisa sebagai penyedia suku cadang, belum bisa sebagai perakit mobil. Dia hanya bisa memenuhi pesanan sesuai suku cadang yang bisa ia buat.

Sayangnya, ada orang yang tidak mengetahui bagaimana bentuk mobil seutuhnya. Ketika mampu menyediakan bagian dari mobil, ia mengira itulah mobil sebenarnya. Lebih-lebih ketika ia hanya mendapatkan roda, karena bisa berjalan, ia yakin sepenuhnya itulah yang dikatakan mobil.

Di saat ia menggelinding dari tempat yang tinggi, roda itu melaju dengan kencang tanpa rem. Apa saja dia lindas tanpa terkendali. Setiap yang menghadang ia cap sebagai bid’ah, taqlid buta, syirik, bahkan kafir, karena sudah berani menghalangi laju mobilnya.

Inilah celakanya orang yang tidak kenal bentuk mobil seutuhnya, tapi punya kemampuan membuat ban yang bisa menggelinding.

Atau dia hanya bisa membuat klakson dan serine. Saat diaktifkan suaranya bukan kepalang kerasnnya. Klakson yang sebenarnya merupakan unsur pelengkap saja, yang digunakan waktu darurat, karena punya suara keras, justru merasa dirinyalah yang paling penting. Sering klakson bersuara bukan pada saat dibutuhkan. Karena itu keberadaannya sering mengacau ketentraman dan mengganggu ketenangan.

Coba bayangkan, bila klakson dan serine berbunyi sembarangan, jangan heran bila orang sekelilingnya sering emosi akibat ulahnya.

Alangkah indahnya bila masing-masing bagian tahu diri di mana posisinya dan tahu apa yang harus dia perbuat untuk kebaikan umat ini. Tidak saling mendahului dan menyalahkan. Juga tahu diri kalau dia hanya bagian dari perangkat mobil yang perlu bagian lain untuk membentuknya. Dan dia akan memainkan peranannya ketika dibutuhkan. Tidak ngotot ambil peranan kalau kondisi tidak membutuhkan dirinya. Juga tidak cuek di saat situasi menuntut peranannya.

Rem sekalipun sangat penting, di saat jalanan aman dan lancar jangan memaksakan diri untuk menunjukkan peranan, apalagi dengan mendadak. Penumpang bisa kaget dan celaka akibat ulah seperti itu.

Tidak merem ketika mobil butuh jalan laju. Juga tidak ngegas di saat harus berhenti. Dan tidak mengeluarkan bunyi klakson kalau tidak ada yang mesti diperingatkan. Itulah yang bijaksana.

Wallahu a’lam. Fa’tabiru ya ulil albab.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Perlu Memahami Posisi dan Fungsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s