Jangan Jadikan Agama Bahan Permainan

Di antara nasehat paling berkesan dari guruku dulu waktu di pesantren:

“Ananda, bercanda itu boleh dalam batas kewajaran. Dia berfungsi sebagai penyemangat, penghilang lelah dan pengakrab sesama teman. Tapi jangan sekali-kali kamu bercanda dengan mempermain-mainkan ayat al Qur’an, sunnah Nabi, syari’at Islam dan syi’ar-syi’ar agama yang diagungkan.

Perbuatan seperti itu sangat bahaya. Bisa mematikan hati, hingga tidak bisa membedakan mana yang hak dan yang batil. Mengikis rasa takut kepada Allah dan hisab akhirat. Tidak mampan oleh nasehat bahkan ancaman azab neraka. Puncaknya bisa mengakibatkan mati dalam su-ul khatimah –wa iyadzubillah”.

Allah berfirman dalam surat al-A’raf: 50-51

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami”.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Jangan Jadikan Agama Bahan Permainan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s