Yang Penting Sebarkan, Akibatnya….

Bagi penyebar fitnah dan berita dusta cukup menyebarkan kata dengan kalimat samar dan ambigu tanpa perlu data dan bukti. Nanti dengan sendirinya berita itu akan berpindah dari satu mulut ke mulut yang lain tanpa diketahui dari mana sumber aslinya. Hasilnya, penyebar berita aman dari tuduhan dan dakwaan.

Tinggallah orang yang terkena serangan fitnah bersama penderitaan batin. Pukulan secara kejiwaan dan tekanan perasaan yang kadangkala berimbas kepada fisik. Bagi yang mempunyai kemampuan untuk membela diri akan kalang kabut dengan segala cara memberikan klarifikasi. Seperti yang dilakukan Shafwan bin Mu’aththal setelah difitnah berbuat tidak senonoh dengan ibunda Aisyah. Di saat itu sumber fitnah tersenyum simpul di balik persembunyiannya.

Ketika Allah menceritakan bagaimana fitnahan yang hampir meluluhlantakkan sendi kehidupan bermasyarakat kaum muslimin yang dibikin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul itu menyebar dari mulut ke mulut dengan sangat cepat, di sana Allah berkata:

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari lidah ke lidah dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (An Nur: 15)

Seharusnya berita diterima dengan telinga, tapi dalam ayat ini justru dikatakan berita diterima dengan lidah….

Iya, begitulah kenyataannya. Kebanyakan orang menerima berita dengan lidah, bukan dengan telinga. Karena itulah ia dengan mudah tersebar kepada lidah yang lain. Berita sampai di lidah bagaikan bola voli sampai di tangan. Tanpa ditahan sedikitpun bola akan langsung dipukul supaya sampai ke tangan yang lain.

Beda dengan orang yang menerima berita dengan telinga, mereka akan mencerna dulu dengan akalnya, apakah berita itu benar atau hanya sekedar lontaran kata tanpa hakikat kebenaran.

Demi ketentraman hidup bermasyarkat dan keselamatan di akhirat, biasakan menerima berita dengan telinga, hindari menerima berita dengan lidah. Pikir dulu 7000 keliling sebelum menyebarkan atau men-share sebuah berita.

Luput dari keikut sertaan menyebarkan berita yang benar lebih baik dari pada terlanjur menyebarkan berita bohong.

‪#‎serbaserbizamanfacebook_WA_twitter‬

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Yang Penting Sebarkan, Akibatnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s