Masihkah Kita Harus Diam?

Yang melakukan pembakaran hutan itu hanya segelintir orang. Tapi akibatnya ditanggungkan oleh jutaan orang.

Allah berfirman:

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (Al Anfal: 25)

Karena itu, masihkah kita akan berkata pada setiap kezaliman yang dilakukan orang lain: “Urus saja diri masing-masing, jangan campuri urusan orang lain!”

Apakah kita harus diam saja ketika melihat perzinaan dengan terang-terangan?

Apakah kita harus ikut senyum melihat laki-laki menikah sesama laki-laki?

Apakah kita mesti masa bodoh dengan pelegalan miras?

Apakah kita harus masa bodoh dengan pembegalan yang terjadi?

Apakah kita harus tutup mata terhadap kezaliman yang terjadi di sana sini, karena korbannya bukan kita?

Apakah di saat akibatnya betul-betul menimpaa diri kita, baru kita akan bersuara menentang itu semua?

Lain halnya kalau anda penikmat dan pelaku itu semua. Dan aku berlindung kepada Allah dari kejahatan segala ciptaan-Nya.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Masihkah Kita Harus Diam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s