Tercabutnya Wibawa Umat

Apakah sudah sebegitu parahnya kehormatan dan wibawa kita umat Islam ini dicabut oleh Allah, hingga para musuh tidak lagi menaruh rasa segan sedikitpun.

Begitu kasar dan kurang ajarnya mulut si “kafir” itu hanya kecaman yang mampu dilakukan. Tidak sanggup melakukan sesuatu yang membuat dia bergetar kemudian diam. Bahkan semakin hari semakin kurang ajar.

Sekuat apakah kekuatan yang membeking di belakangnya sampai mulut sekotor itu dengan lancangnya berkoar setiap saat.

Sebenarnya bukan dia yang kuat, tapi kita yang sudah lemah. Bukan dia yang mulia tapi ‘izzah kita yang sudah tercabut.

“……Padahal kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui”. (Al Munafiqun: 8)

Umar bin Khattab berkata: “Kita adalah umat yang dimuliakan Allah dengan Islam. Bila kita mencari kemuliaan pada selain Islam, Allah akan menghinakan kita”.

Hanya dengan berpegang kepada Islam lah kemuliaan itu akan kembali.

اللهم ردنا الى دينك ردا جميلا

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Tercabutnya Wibawa Umat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s