Jangan Bebani Orang Untuk Berhusnuzhzhan!

Orang yang tertipu karena berhusnuzhzan jauh lebih banyak dari pada orang yang salah bertindak karena su’uzhzhan. Jadi jangan berlebihan menyuruh orang berhusnuzhzhan kepada tampilan yang memang mencurigakan. Kalau tidak mau disu’uzhzhani perbaiki saja tindakan, bukan orang yang disuruh untuk memahami dengan bijak.

Rasulullallah saja menjelaskan kepada dua orang shahabat yang melihat beliau berjalan berduaan dengan seorang perempuan di malam yang gelap, bahwa wanita itu adalah istri beliau Shafiyah binti Huyay bin Akhthab.

Rasulullah tidak membebani shahabatnya supaya mereka berhusnuzhzhan kepada beliau, padahal beliau adalah manusia sempurna yang paling baik akhlaknya dari segala segi. Apapun tindakan beliau tidak akan ada disalah pahami oleh shahabatnya. Tapi beliau ingin mengajari kita bagaimana harusnya berbuat supaya tidak membebani batin orang dengan kecurigaan. Bertindak dengan jelas tanpa kesamaran.

Lalu siapa kita, yang menuntut orang untuk berhusnuzhzhan kepada kita, padahal perilaku yang muncul dari tindak-tanduk kita sering mendatangkan kecurigaan? Jadi jangan salahkan orang buruk sangka kepada kita.

Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata:

من وضع نفسه مواضع التهمة فلا يلومن من اساء الظن به

“Siapa yang menjatuhkan dirinya pada posisi yang akan mendatangkan tuduhan maka jangan ia mencela orang yang berburuk sangka kepadanya”.

‪#‎salahkaprahtentanghusnuzhzhan‬

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Jangan Bebani Orang Untuk Berhusnuzhzhan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s