Tegas Mengahadapi Kebatilan

Bila kita mendengar suatu kebatilan diungkapkan oleh seseorang, tapi tidak ada pengingkaran dari diri kita sekalipun hanya di dalam hati, karena yang mengungkapkannya adalah orang yang kita hormati, hargai, muliakan dan segani, maka waspadalah, lama kelamaan kebatilan itu akan menjadi sesuatu yang biasa dalam pandangan kita.

Selanjutnya pandangan akan berubah melihat kebatilan itu sebagai suatu kebenaran. Tentu saja bila dia sudah dianggap benar kita akan memberikan dukungan. Akhirnya jadilah kita sebagai pejuang yang membela kebatilan itu mati-matian.

Sebaliknya, bila kita mendengar suatu kebenaran, tapi tidak ada dukungan sedikitpun walaupun hanya dalam hati, karena yang menyampaikan kebenaran itu adalah orang yang kita benci, musuhi dan anggap lawan, maka kebenaran itu lama kelamaan akan berubah menjadi kebatilan dalam pandangan kita.

Seterusnya, tentu kita akan menjadi musuh bagi kebenaran itu. Lama kelamaan, jadilah kita sebagia penentang kebenaran tersebut.

Berbuatlah atas dasar benar atau salah. Jangan berbuat berdasarkan suka atau benci. Bahkan jagalah detak hati supaya selalu berpihak kepada kebenaran, jangan biarkan dia liar dan melenceng digiring oleh hawa nafsu.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir, Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Tegas Mengahadapi Kebatilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s