Kenapa Kita Tidak Peduli?

Kadang kita bertemu dengan orang yang sangat peduli dengan keadaan sosial di sekitarnya. Bahkan dunia secara keseluruhan.

Ghirahnya begitu bergelora. Pantangan baginya membiarkan kemungkaran berlalu begitu saja dan kebaikan hadir tanpa diberi dukungan. Ada-ada saja ide briliannya untuk menyebar kebaikan.

Tutur kata bijak penuh hikmah keluar mengeritisi situasi yang tidak sesuai dengan aturan Allah. Baik itu melalui kalimat verbal atau tulisan. Juga sokongan terhadap segala kebaikan begitu terasa keluar dari jiwanya yang hidup.

Tidak hanya sampai di sana. Hasil kerja dan bekas tangannya sangat nyata di tengah masyarakat. Bukan sekedar teori dan indah di lisan.

Kira-kira kenapa ada orang seperti itu? Sementara kita dingin-dingin saja, cuek bebek terhadap apa yang berlaku. Baik-buruk kita tak peduli. Hari-hari berlalu sama saja. Seolah-olah semua hari yang kita jalani Senin saja. Tidak ada Selasa, Rabu, Kamis dan seterusnya.

Kita baru akan bereaksi bila suatu kejadian mengusik ketentraman kita. Kalau kerugian belum mengenai diri kita secara langsung, lisan hal kita berkata, “Emang gue pikirin?”

Lalu kira-kira apa yang menyebabkan kita berlaku seperti itu?

Setelah panjang merenung, muncul suatu rasa dalam diri saya. Barangkali kita terlalu banyak melakukan dosa dan berbuat hal-hal yang tidak bermanfaat, hingga kita banyak masalah dengan diri sendiri.

Di saat diri kita sendiri tidak beres mana mungkin kepedulian kepada orang lain dan lingkungan sekitar akan muncul. Di saat kita terlalu kotor dengan dosa mana mungkin kita merasa percaya diri merubah suatu yang tidak baik. Bahkan ketidak baikan kondisi di sekitar kita itu tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa pada diri kita. Begitu juga dengan kebaikannya, tidak akan memberikan sinyal getaran yang bermanfaat.

Makanya orang bijak berkata, “Perbaiki dirimu, sekaligus ajak orang lain untuk baik”.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Advertisements
This entry was posted in Khawathir, Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Kenapa Kita Tidak Peduli?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s