Adab Menyela Pembicaraan

Salah satu perbuatan yang dapat merusak interaksi sesama kita tanpa disadari adalah tindakan menyerobot dan memutuskan pembicaraan dua orang yang lagi berdialog.

Misal pertama:

A lagi asik berbicara dengan B. Tiba-tiba C datang memutuskan pembicaraan mereka berdua tanpa permisi. Lalu C berbicara dengan salah seorang di antara mereka dan mengacuhkan yang satunya lagi.

Umpamanya C mengarahkan pembicaraan kepada B tanpa mempedulikan A yang sebelumnya sedang bicara dengan B. Akhirnya A tersingkir dengan menahan rasa dongkolnya.

Boleh jadi A sebenarnya juga kenal dengan C. Tapi yang dibicarakan si C tidak ada hubungannya dengan A, atau tidak ada kepentingan A di sana.

Lebih tidak beradab lagi bila C tidak kenal sama sekali dengan A. Karena sikap sok kenal sok dekatnya dengan B, dia menganggap A sebagai angin lalu yang tidak perlu diperdulikan. Padahal barangkali B sebenarnya lebih dekat dengan A dari pada dengan C.

Misal kedua:

A lagi terlibat pembicaraan dengan B. Tiba-tiba C datang dengan mengajukan pembicaraan kepada mereka berdua. Yang artinya C kenal dengan A dan B.

Namun C tidak mempertimbangkan apakah kehadiran dirinya mengganggu pembicaraan yang berlangsung antara A dan B atau tidak. Barangkali saja mereka berdua tidak ingin pembicaraannya dicampuri oleh orang ketiga.

Ini sepertinya permasalahan sepele, tapi kerap kali mengganggu suasana dan menimbulkan perasaan kurang nyaman.

Bila hal ini terjadi, sebaiknya pihak yang diajak bicara menyampaikan dengan terus terang bahwa pihak yang datang sudah memutuskan pembicaraan mereka berdua. Bila ada kepentingan dengan salah seorang di antara kami silahkan tunggu sampai pembicaraan kami selesai.

Bila pihak yang datang memiliki hajat yang penting dan segera alias terburu-buru, dia bisa meminta izin dengan sopan dan menyingkat pembicaraan supaya dua pihak yang lagi bicara tidak terganggu, kemudian dapat melanjutkan pembicaraan mereka segera.

Bukan ilmu saja yang perlu kita tingkatkan. Adab seperti ini perlu sekali diperhatikan. Orang lain akan mudah menilai siapa diri kita dan berapa harga diri kita dengan adab yang mungkin dipandang sepele ini.

Barangkali ringan tapi membuat suasana tidak nyaman.

Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir. Bookmark the permalink.

One Response to Adab Menyela Pembicaraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s