Suara Nikmat

Suatu kali di musim haji, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik pergi menunaikan ibadah haji didampingi oleh Umar bin Abdul Aziz.

Dalam perjalanan mereka ditimpa hujan yang disertai halilintar dan petir. Jantung mereka hampir saja copot karena dahsyatnya fenomena alam waktu itu.

Lalu Khalifah berkata, “Wahai Umar, pernahkah engkau menyaksikan malam yang sedahsyat ini?”

Umar bin Abdul Aziz menjawab: “Wahai Amirul Mukminin, ini adalah suara nikmat Allah, bagaimana bila engkau mendengar suara azabnya?”

إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا

Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. (Al Furqan: 12)

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. (Al Furqan: 65)

Advertisements
This entry was posted in Kisah Hikmah. Bookmark the permalink.

One Response to Suara Nikmat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s