Kebanyakan Hutang Hari Ini…

Kebiasaan di sebagian mesjid di Mesir, apalagi mesjid utama yang khutbah Jum’atnya disampaikan oleh ulama-ulama besar, setelah shalat Jum’at banyak jama’ah yang maju ke depan mengerumuni khatib.

Ada yang sekedar salaman untuk mengucapkan selamat, terima kasih atas penyampaiannya, do’a dan minta dido’akan. Ada juga yang ingin menanyakan hukum agama terkait permasalahan hidup yang mereka hadapi.

Tadi di mesjid As Salam lama sekali khatibnya belum juga bisa pergi karena banyak yang minta fatwa dan nasehat. Pertanyaan dan jawaban disampaikan sambil berdiri saja dalam kondisi santai. Tidak resmi-resmian.

Di antara pertanyaan yang tadi saya dengar adalah masalah thalaq atau perceraian. Ini permasalahan yang paling banyak ditanyakan oleh jama’ah pada setiap kali Jum’at. Bisa dipahami apa makna di balik itu. Masalah ini akan saya tulisan pada status lain, insyaallah.

Soal lain, seorang jama’ah menanyakan masalah kebolehan berhutang. Dengan ringkas Syekh menjawab:

“Hutang itu terbagi tiga. Dan hukumnya bertingkat-tingkat. Ada orang berhutang karena kebutuhan primer, seperti orang yang tidak mempunyai harta untuk membeli makanan untuk diri dan keluarganya. Atau tidak ada biaya untuk mengurus jenazah keluarga yang meninggal. Saat itu seseorang boleh, bahkan wajib berhutang.

Yang kedua, untuk pemenuhan kebutuhan sekunder. Dan ketiga untuk membeli barang-barang lux. Seperti untuk membeli HP mewah yang melebihi kebutuhan, mobil untuk berbangga dan bergaya, bukan karena butuh, dan barang-barang lainnya yang sebenarnya alur kehidupan tidak akan tersendat tanpa adanya barang itu”.

Syekh tidak menjelaskan hukumnya, cuma beliau mengatakan, “Mayoritas orang berhutang hari ini adalah untuk kebutuhan kedua dan ketiga ini”.

Selanjutnya beliau mengingatkan tentang bahaya dan beratnya beban pertanggungjawaban nanti di akhirat gara-gara hutang. Segeralah bayar sebelum kelupaan atau maut menjemput. Mungkin kita lupa akan hutang dan yang dipiutangi juga berusaha melupakan karena bebalnya kita membayarnya, tapi Allah Maha Penuntut Hutang tidak akan pernah lupa walau secuil.

Apalagi bagi orang yang sebenarnya mampu untuk membayar hutangnya, tapi terus menunda-nunda atau tidak mau membayar sama sekali.

Rasulullah mengatakan: “Menunda-nunda membayar hutang padahal mampu adalah perbuatan zhalim”.

Rasulullah juga bersabda: “Siapa yang mengambil harta manusia dan ia ingin mengembalikannya/membayarnya, Allah akan membantunya untuk membayarkan. Dan siapa yang mengambil harta manusia dan ia ingin melenyapkannya, Allah akan melenyapkannya”.

Oh iya, tadi tema khutbahnya masalah azab kubur yang membikin tenggorokan tercekat dan badan gemetaran. Lain kali distatuskan juga, insyaallah.

Advertisements
This entry was posted in Khutbah Jum'at. Bookmark the permalink.

One Response to Kebanyakan Hutang Hari Ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s