Gerhana

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-Dzariyat: 56)

Dari ayat yang singkat padat makna itu kita bisa memahami bahwa seharusnya apapun yang kita lalui, jalani, alami dan lakukan selalu dalam nuansa ibadah, mendekatkan diri kepada Allah.

Termasuk apa yang akan terjadi besok -insyaallah- di negara kita, yaitu gerhana matahari total yang akan disaksikan oleh banyak daerah dan gerhana sebahagian untuk seluruh wilayah nusantara.

Fenomena alam yang membuktikan ke-Mahakuasaan Allah itu akan sangat menarik perhatian, hingga sebagian orang ada yang berencana mengadakan acara penyaksiannya dengan semacam perayaan dan pesta.

Namun bagi kita umat Islam lain halnya. Justru di saat itu kita dianjurkan untuk tenggalam dalam khusyu’ beribadah. Kita tidak disarankan untuk menonton peristiwa alam yang dahsyat itu.

Banyak ayat yang memerintahkan kita untuk mengamati alam ini. Tapi justru ketika terjadi gerhana kita tidak disuruh untuk tidak menyaksikan. Karena tidak ada manfaatnya, bahkan mungkin justru mendatangkan mudharat. Untuk itu Allah memalingkan kita untuk merenungi hal yang lebih utama. Kita dianjurkan untuk shalat selama peristiwa itu terjadi.

Selaku hamba yang sadar bahwa dia diciptakan hanya untuk mengabdi kepada Penciptanya, maka sudah sepantasnya kita menyibukkan diri dengan apa yang dianjurkan kepada kita ketimbang mengikuti keinginan diri melihat kejadian itu.

Mukmin yang sadar bahwa mengejar kehidupan akhirat yang abadi lebih utama dari pada perkara dunia yang sepele akan menggunakan kesempatan itu untuk melakukan ibadah khusus yang belum tentu akan dia alami sekali seumur hidup.

Menyaksikan gerhana akan menjadi kenangan seumur hidup yang memiliki sensasi tersendiri. Tapi melaksanakan shalat gerhana akan membawa kenangan abadi sampai ke akhirat.

Allah berfirman:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). (Adh-Dhuha: 4)

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al-A’la: 17)

Advertisements
This entry was posted in Serba-Serbi. Bookmark the permalink.

One Response to Gerhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s