Diam Lebih Baik

Alangkah butuhnya kita kepada pemahaman dan pengamalan ayat ini:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (Al-Isra’: 36)

Tidak setiap peristiwa harus kita tanggapi. Tidak setiap kejadian harus menjadikan kita galau. Tidak setiap kebisingan harus kita opinikan. Tidak harus setiap gonjang-ganjing kita ikut sertai.

Ada yang cukup kita lihat dengan senyuman, lantas diam, kemudian lanjutkan pekerjaan yang menjadi tugas dan kewajiban kita masing-masing.

Hemat-hemat dengan kata sepertinya lebih menyelamatkan.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Diam Lebih Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s