Masih Hanya Do’a

Masih saja kita hanya bisa menyaksikan kezhaliman demi kezhaliman dengan hati panas, dan perasaan menggerutu. Tidak ada yang mampu kita lakukan selain berdo’a dan menghibur diri…

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim: 42-43)

Tapi yang lebih menyakitkan dari semua kezhaliman itu adalah seperti ibarat yang mengatakan: “Yang menyakitkan bagi pohon ketika ditebang sesungguhnya bukanlah tebasan mata kapak. Akan tetapi yang lebih menyakitkan dari itu, gagang kapak itu berasal dari kayu itu sendiri”.

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Masih Hanya Do’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s