Hikmah Pernikahan Nabi

Banyak sekali orang yang mengatakan dan memaksa-maksakan pemahaman apa tujuan dan hikmah dari pernikahan Rasulullah dengan banyak perempuan. Mereka mengatakan bahwa tujuan Rasulullah menikahi mereka adalah untuk mengayomi anak-anak yatim dan janda-janda tua yang sudah ditinggal suaminya. Jadi siapa yang ingin mengikuti sunnah Rasulullah berpoligamilah dengan orang-orang tua reot atau janda banyak anak.

Kita tidak tahu dari mana omongan ini mereka dapatkan? Karena bila kita telusuri riwayatnya satu persatu justru kita akan mendapatkan; istri-istri Rasulullah selain Ummuna Saudah adalah perempuan-perempuan muda yang cantik-cantik walaupun sudah janda. Tidak ada satupun wanita tua reot yang sudah menopause, bahkan sekalipun Saudah. Beliau memang sudah berumur, tapi bukanlah tua bangka reot. Bahkan beliau satu-satunya perempuan yang pernah tidak dimadu oleh Rasullah untuk jangka waktu bertahun-tahun selain ibunda Khadijah.

Bila tujuan pernikahan Rasulullah untuk mengayomi anak yatim maka akan terpenuhi hal itu tanpa menikahi ibu mereka. Bila ingin mengayomi janda tua bisa dlakukan tanpa dinikahi. Bahkan justru akan bertentangan dengan riwayat yang mengatakan : Rasulullah pernah menawarkan untuk menceraikan Saudah ketika ia sudah menopause, karena khawatir ia merasa diabaikan lantaran istri-istri yang lain. Lalu beliau berkata: “Jangan ceraikan aku. Tidak ada lagi pada diriku keinginan kepada laki-laki seperti yang diinginkan wanita muda. Aku hanya ingin dibangkitkan di akhirat nanti sebagai istrimu, wahai Rasulullah. Oleh karena itu jatah hariku, aku berikan untuk ‘Aisyah”.

 

Bila Rasulullah menikah bertujuan untuk mengayomi janda-janda tua, kenapa beliau justru menawarkan untuk dithalaq kepada ibunda Saudah di hari tuanya?

Kalau kita lebih detil lagi, tawaran ini diberikan Rasulullah sudah di akhir-akhir hayat beliau. Karena dalam hadits shahih Rasulullah pernah menggiliri sembilan istri dalam satu malam. Sementara Rasulullah baru memiliki sembilan istri dalam satu waktu setelah perjanjian Hudaibiyah di akhir tahun ke-6 Hijriah.

Dari sana bisa kita pahami, ibunda Saudah mengalami menopause jauh setelah itu. Artinya beliau yang dinikahi Rasulullah pada tahun ke-10 dari kenabiah, atau tiga tahun sebelum hijrah,  waktu itu masih muda dan subur. Bukan tua bangka reot.

Ulama sudah mengumpulkan hikmah-hikmah pernikahan Rasulullah dengan banyak perempuan. Tidak ada satupun seperti yang dikatakan kebanyakan orang sebagaimana yang kita sebutkan di atas. Ada sepuluh hikmah yang ditulisakan oleh Ibnu Hajar di dalam kitan Fathul Bari, yaitu:

  1. Untuk memperbanyak orang yang menyaksikan kondisi batin Rasulullah, dari sana akan terbantahkan perkiraan orang-orang musyrik yang menuduh beliau seorang tukang sihir.
  2. Supaya qabilah-qabilah Arab mendapatkan kemuliaan dengan terjadinya hubungan persemendaan dengan beliau.
  3. Untuk mendekatkan hati-hati mereka.
  4. Untuk menambah beban taklif (kewajiban) terhadap Rasulullah, di mana beliau dibebani untuk tidak sibuk dengan urusan wanita-wanita yang ia cintai dari keseriusan menyampaikan dakwah. Artinya beban yang dipikul Rasulullah menjadi berlipat-lipat supaya beliau juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
  5. Agar semakin banyak hubungan kekeluargaan dengan pihak istri-istri beliau, hingga bertambah orang yang menjadi pendukung dakwahnya dan semakin berkurang orang yang memusuhinya.
  6. Untuk memindahkan hukum-hukum syari’at yang tidak menjadi perhatian para laki-laki, karena hal-hal yang terjadi bersama istri biasanya hal-hal yang tersembunyi.
  7. Supaya ketahuan keindahan akhlak yang tersembunyi dari pribadi Rasulullah. Beliau menikahi Ummu Habibah binti Abi Sufyan, padahal ayahnya adalah musuh bebuyutan yang selalu memerangi beliau. Rasulullah juga menikahi Shafiyyah binti Huyyay bin Akhthab yang ayah, paman dan suaminya dibunuh atas perintah beliau. Andaikan Rasulullah bukan seorang yang memiliki akhlak yang sempurna pastilah para wanita itu akan lari darinya. Tapi justru yang terjadi sebaliknya, beliau adalah orang yang paling mereka cintai daripada siapapun dari anggota keluarga mereka.
  8. Untuk menunjukkan mu’jizat beliau, di mana beliau adalah orang yang sedikit makan-minum, banyak berpuasa, bahkan puasanya sambung-menyambung beberapa hari, kemudian beliau memerintahkan bagi siapa yang tidak sanggup menikah untuk memperbanyak puasa karena puasa itu bisa melebur syahwat, sungguhpun demikian beliau orang yang sanggup untuk banyak melakukan jima’, menggiliri sembilan istri dalam satu malam. Hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang yang memiliki kekuatan badan yang super. Di samping itu, kebiasaan orang Arab di zaman itu memuji orang yang banyak istri, karena itu menunjukkan kesempurnaan kelelakian. Ditambah lagi, banyaknya tanggungan istri tidak membuat ibadah beliau menjadi berkurang, bahkan justru semakin banyak.
  9. Untuk memelihara kehormatan wanita-wanita yang dinikahi beliau sehingga mereka tidak melihat kepada laki-laki lain dan tidak berharap pendamping selain beliau. Karena wanita bila tidak bersuami secara fitrah akan berharap adanya pendamping yang akan memberikan kepuasan batin kepada mereka.
  10. Supaya beliau memenuhi hak-hak mereka dan mengusahakan nafkah mereka serta menunjuki mereka ke jalan yang benar.

Rasulullah sendiri dalam banyak haditsnya menjelaskan tujuan pernikahan, di antaranya:

  1. Untuk merasakan ketentraman dan bahagia bersamanya.
  2. Untuk memperbanyak keturunan.
  3. Supaya bisa menundukkan pandangan.
  4. Supaya bisa menyalurkan syahwat melalui jalan yang halal.
  5. Supaya bisa bercumbu rayu dan bermesraan dengan pasangan.

Apakah itu semua bisa diperoleh dengan menikahi wanita tua?

Advertisements
This entry was posted in Keluarga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s